Laba Mitratel (MTEL) Naik Jadi Rp 1,54 triliun hingga September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 1,54 triliun hingga akhir kuartal III-2025. Torehan tersebut menunjukkan peningkatan tipis dari raihan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,53 miliar. Kenaikan ini didukung peningkatan efisiensi operasional serta optimalisasi portofolio bisnis menara dan fiber.
Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp 6,88 triliun atau turun dari Rp 6,89 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Penyumbang utama pendapatan berasal dari bisnis menara kepemilikan sendiri (tower owned) dengan porsi 82,7% terhadap total pendapatan atau senilai Rp 5,69 triliun, naik 0,4% YoY. Sementara bisnis fiber menjadi motor pertumbuhan baru dengan pendapatan mencapai Rp 431 miliar, tumbuh signifikan 57,2% dari tahun lalu.
Baca Juga
Saat Harga Bergerak Stagnan, Investor Institusi Ini Getol Tambah Saham Mitratel (MTEL)
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan, kinerja yang cukup kuat hingga kuartal III tahun ini menunjukkan ketahanan dan adaptabilitas Perseroan dalam menghadapi dinamika industri telekomunikasi.
“Pencapaian ini menunjukkan komitmen Mitratel untuk terus tumbuh secara berkelanjutan melalui efisiensi operasional, ekspansi infrastruktur digital, dan peningkatan nilai tambah bagi pelanggan. Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan pendapatan serta memperkuat profitabilitas dan daya saing di seluruh lini bisnis,” ujarnya.
Mitratel juga mencatatkan sebanyak 40.102 menara hingga akhir September 2025, dengan jumlah tenant mencapai 61.987. Dengan demikian, tenancy ratio mencapai 1,55 kali atau meningkat dari 1,51 kali tahun lalu. Adapun jaringan fiber optik telah mencapai 67.738 km panjang billable, meningkat 47,9% YoY. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi infrastruktur fiber yang agresif untuk mendukung layanan konektivitas yang lebih luas.
“Pertumbuhan jaringan fiber dan peningkatan tenancy ratio menara menunjukkan bahwa strategi kami berjalan sesuai rencana. Kami terus memperluas jangkauan hingga ke wilayah-wilayah 3T untuk menghadirkan konektivitas yang merata dan inklusif,” tambah Theodorus.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Dapat Restu Buyback, Sahamnya Diprediksi makin Atraktif
Lebih lanjut, dia mengatakan, dengan kinerja keuangan yang solid, efisiensi berkelanjutan, dan strategi ekspansi yang terarah, Perseroan optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan performa di atas target dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Kini, Mitratel (MTEL) tengah merancang Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) tahap III dengan menerbitkan sebanyak 26,71 juta saham. MSOP akan digelar sejak 1 November hingga 12 Desember 2025. Saham tersebut ditebus dengan harga pelaksanaan Rp 582 per saham.

