Mitratel (MTEL) Cetak Laba Rp 2,12 Triliun di 2025, Bisnis Fiber Tumbuh Pesat
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berhasil mencatat peningkatan kinerja keuangan yang ditunjukkan kenaikan laba tahun berjalan menjadi Rp 2,12 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,11 triliun.
Manajemen MTEL dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (3/4/2026), menyebtukan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan Mitratel (MTEL) menjadi Rp 9,53 triliun atau tumbuh 2,4% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini didorong oleh bisnis menara sebagai core business dengan kontribusi sebesar 81,8% terhadap total pendapatan.
Emiten penyedia infrastruktur digital terdepan di Indonesia ini berhasil mempertahankan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang 2025. Mitratel mampu mempertahankan pertumbuhan laba, margin yang kuat, serta fundamental bisnis yang berkelanjutan, meski di tengah volatilitas pasar global.
Baca Juga
Kembangkan Teknologi Jaringan, Mitratel (MTEL) dan ZTE Jalin Kolaborasi Strategis
Mitratel (MTEL) mencatat lini bisnis fiber menunjukkan akselerasi pertumbuhan dengan kontribusi 6% terhadap total pendapatan. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan signifikan 18,1% YoY atau memperkuat transformasi Mitratel sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi.
Dari sisi profitabilitas, Mitratel mencatatkan EBITDA sebesar Rp 7,83 triliun atau naik 1,8% YoY dengan EBITDA margin tetap tinggi di level 82,2%. Laba bersih tercatat sebesar Rp 2,12 triliun atau tumbuh 0,6% YoY, dengan net profit margin sebesar 22,2%.
Cerminkan Ketahanan
Sementara itu, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan ketahanan dan konsistensi strategi jangka panjang perseroan.
“Mitratel terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja yang sehat dengan profitabilitas yang kuat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core, serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital,” ujarnya.
Baca Juga
Secara operasional, hingga akhir Desember 2025, Mitratel mengoperasikan 40.230 menara atau tumbuh 2,1% YoY. Jumlah kolokasi meningkat 11,7% YoY menjadi 22.854, sementara total tenant mencapai 63.084 dengan rasio tenancy naik menjadi 1,57x. Secara keseluruhan termasuk reseller, total tenant mencapai 65.734.
Pada lini fiber, panjang fiber billable mencapai 70.618 km atau tumbuh 15,6% YoY dengan peningkatan billable ratio menjadi 1,23x. Hal ini mencerminkan peningkatan monetisasi jaringan sekaligus memperkuat peran fiber sebagai sumber pertumbuhan baru.
Baca Juga
Telkomsel (TSEL) Dukung Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
Ke depan, Mitratel (MTEL) akan terus memperkuat posisinya sebagai Next-Generation Tower Company melalui optimalisasi utilisasi aset, peningkatan kolokasi, serta ekspansi layanan infrastruktur digital berbasis kebutuhan pelanggan.
Dengan fundamental keuangan yang kuat, dia mengatakan, struktur biaya yang efisien, serta strategi ekspansi yang disiplin, Mitratel optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

