IHSG Turun Hampir 4%, Analis: Volatil tapi Sudah Terprediksi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat anjlok hingga 3,77% pada perdagangan sesi I, Senin (27/10/2025), tepatnya sekitar pukul 11:08 WIB. Padahal, indeks sebelumnya sempat dibuka menguat 0,6% ke level 8.322,22 pada pukul 9:00 WIB.
Technical Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan bahwa penurunan IHSG tersebut sejalan dengan analisis teknikal yang telah dipublikasikan sebelum perdagangan dimulai. “Seperti yang kami sampaikan pada report teknikal tadi pagi, kami masih mencermati adanya potensi koreksi dari IHSG yang mana saat ini sedang terjadi,” ujar Herditya atau Didit, Senin (27/10/2025).
Baca Juga
Usai Umumkan Kenaikan Kinerja, Dharma Polimetal (DRMA) akan Akuisisi Perusaahan Komponen Ini
Menurut dia, tekanan jual terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), baik dari perbankan besar maupun kelompok usaha konglomerasi. “Diperkirakan terdapat rumor mengenai adjustment MSCI method terkait free float,” katanya.
Didit menjelaskan, rumor yang beredar menyebutkan adanya kemungkinan MSCI melakukan penghitungan ulang atas free float saham Indonesia agar lebih diperketat. Kondisi tersebut berpotensi memicu aliran dana keluar (outflow) dari pasar domestik.
Baca Juga
Meski IHSG beberapa kali mencatat penurunan lebih dari 3% dalam beberapa waktu terakhir, Didit menilai volatilitas tersebut tidak bersifat mengejutkan. “Untuk volatile bisa dikatakan demikian, namun tidak terlalu mengejutkan,” pungkasnya.

