Bagikan

Pasar Saham Volatil, Analis Ingatkan Diversifikasi ke Reksadana

Poin Penting

Volatilitas IHSG masih tinggi jelang keputusan final MSCI.
Diversifikasi dinilai krusial untuk menjaga stabilitas portofolio investor.
Reksa dana jadi opsi efektif di tengah pasar yang fluktuatif.

JAKARTA, investortrust.id – Risiko volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih tinggi, sebelum MSCI mengumumkan keputusan final terkait status pasar saham Indonesia.

Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas Francisca Gerungan menekankan, kondisi volatil saat ini justru menjadi pengingat pentingnya strategi diversifikasi investasi yang disiplin.

“Dalam situasi pasar yang bergerak cepat dan cenderung spekulatif, investor sebaiknya tidak terjebak pada euforia jangka pendek. Diversifikasi menjadi strategi yang semakin krusial untuk menjaga stabilitas portofolio,” ujar Francisca, baru-baru ini.

Menurut dia, reksa dana dapat menjadi instrumen yang efektif, khususnya bagi investor baru yang belum memiliki kapasitas untuk melakukan seleksi saham secara mendalam.

“Reksa dana memberikan diversifikasi secara otomatis, baik dari sisi sektor maupun jenis aset, serta dikelola secara konsisten oleh manajer investasi profesional. Di tengah volatilitas seperti saat ini, pendekatan yang terukur dan berbasis profil risiko jauh lebih penting dibandingkan mengejar momentum sesaat,” tegas Francisca.

Baca Juga

Analis Sebut Volatilitas IHSG Masih Tinggi, Pasca ’Pukulan’ MSCI

Dia menambahkan, untuk pendekatan yang lebih defensif, investor dapat mempertimbangkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Sementara itu, untuk menangkap potensi kenaikan pasar saham secara bertahap, reksa dana campuran memberikan keleluasaan bagi manajer investasi dalam menyesuaikan komposisi saham dan obligasi secara dinamis, sejalan dengan perkembangan kondisi pasar.

Menurutnya, diversifikasi bukan bertujuan menghilangkan risiko, melainkan mengelolanya agar tetap sejalan dengan tujuan investasi.

Sebagai ilustrasi, investor dapat mempertimbangkan alokasi yang lebih seimbang, misalnya porsi dominan pada reksa dana dan sebagian kecil pada saham langsung, sesuai profil risiko masing-masing.

“Pasar yang fluktuatif bukan alasan untuk keluar sepenuhnya, tetapi menjadi momen untuk menyusun portofolio yang lebih seimbang dan rasional. Investor perlu fokus pada konsistensi dan disiplin, bukan hanya pada pergerakan harian,” tutup Francisca.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024