Hingga September, Pendapatan dan Laba Atribusi AKR Corporindo (AKRA) Kompak Turun Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 1,46 triliun sampai September 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,71 triliun. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan total pendapatan dari Rp 29,97 triliun menjadi Rp 28,61 triliun.
Manajemen AKRA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/10/2024) disebutkan, penurunan laba tersebut berimbas terhadap pelemahan laba per saham dari Rp 86,65 menjadi Rp 74,39 per saham.
Baca Juga
Kepemilikan Jadi 63,05%, Arthakencana Borong lagi Saham AKR Corporindo (AKRA) dari Pasar
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset saham AKRA yang diterbitkan belum lama ini telah merevisi naik rekomendasi saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi beli dengan target harga Rp 1.700. Revisi naik tersebut mempertimbangkan proyeksi kinerja perseroanhingga kuartal III dan posisi harga saham saat ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Richard Jerry mengatakan, perseroan diproyeksikan catatkan pendapatan menjadi Rp 28,2 triliun sampai kuartal III-2024. Angka tersebut setara dengan 75% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan sebanyak 69% dari perkiraan consensus analis.
“Kami memperkirakan seluruh segmen bisnis perseroan mencatatkan pertumbuhan pada kuartal III tahun ini, seperti penjualan lahan industry, peningkatan permintaan bahan bakar minyak didukung pulihnya aktivitas pertambangan batu bara,” tulisnya dalam rsiet tersebut.
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Bisa Raup Rp 20 Triliun dari Penjualan Lahan di JIIPE
Terkait kinerja keuangan perseroan pada kuartal akhir tahun 2024, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, diprediksi menjadi kuartal paling pesat terhadap kinerja keuangan perseroan atau angka tersebut setara dengan kontribusi akhir tahun lalu.
Richard menyebutkan bahwa penjualan lahan industry diprediksi tetap menjadi penyumbang pertumbuhan laba bersih perseroan tahun ini dengan proyeksi penjualan seluas 100-130 hektare lahan, Begitu juga dengan segmen penjualan BBM dan bahan kimia diprediksi picu lompatan laba.
Grafik Saham AKRA

