Dukung Transisi Energi, PGE (PGEO) Ulubelu dan UNDP Dorong Riset WEF Nexus
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE Area Ulubelu terpilih sebagai studi kasus nasional Water-Energy-Food (WEF) Nexus berkat keberhasilannya menghadirkan listrik hijau dengan sistem ramah lingkungan, memberdayakan petani, mendorong ekonomi lokal, dan menjaga kelestarian alam.
Penetapan ini ditandai dengan pelaksanaan joint site visit bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, dan SDGs Center Universitas Padjadjaran di Ulubelu, Lampung.
PGE Area Ulubelu merupakan salah satu kontributor utama penyedia listrik panas bumi nasional. Perusahaan mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) unit 1 dan 2 serta unit 3 dan 4 yang memasok energi hijau ke jaringan listrik nasional.
Baca Juga
'Groundbreaking' Jembatan Lawang Agung di Lampung, PGE (PGEO) Buka Jalan Ekonomi Baru
Pjs General Manager PGE Area Ulubelu Rawan Mirza menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan ini. “Kami bangga dapat menjadi tuan rumah kegiatan ini," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (27/9/2025).
Program-program CSR yang dijalankan di Ulubelu merupakan wujud nyata semangat beyond energy, yaitu menghadirkan manfaat energi panas bumi tidak hanya sebagai listrik, tetapi mendukung ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Sebagai salah satu kontributor utama penyedia listrik hijau nasional, kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara ketahanan energi dan keberlanjutan,” ujar Rawan.
Selama 2 hari kunjungan, delegasi menerima paparan mengenai profil PGE Area Ulubelu, operasional PLTP, pencapaian kinerja health, safety, security, and environment (HSSE), arah strategis organisasi, serta mengunjungi pilot plant hidrogen hijau pertama di Indonesia yang dikembangkan di Ulubelu.
Delegasi juga mengunjungi sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulan. Di KUPS Margo Rukun Bestari, Pekon Ngarip, peserta melihat inovasi pupuk organik dari limbah kulit kopi dan kotoran ternak serta pemanfaatan limbah filler PLTP untuk hortikultura.
Baca Juga
Di Kopi Beloe, Pekon Sukamaju, mereka berdialog dengan petani mengenai proses pengolahan kopi robusta dan prospek bisnis kopi lokal sebagai penggerak ekonomi. Kunjungan ditutup di Ulubelu Triumphant, Pekon Muara Dua, yang membudidayakan melon di greenhouse dengan memanfaatkan sisa energi panas bumi (direct use) dan tenaga surya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari riset bersama untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, masyarakat, dan inovasi lokal dalam kerangka WEF Nexus sekaligus mendukung agenda Just Energy Transition (JET). Model sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain, sehingga panas bumi tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga sarana pembangunan ekonomi inklusif.

