Saham Astra (ASII) Bangkit Cetak Level Tertinggi dalam 2 Tahun Ini, bakal Berlanjut?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id— Saham PT Astra International Tbk (ASII) akhirnya kembali bangkit dengan berhasil mencetak level tertingi baru dalam dua tahun terakhir. Bahkan, ASII juga tercatat sebagai saham yang paling diburu investor asing dalam sebulan terakhir pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan saham intraday Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (22/10/2025), saham ini mencetak penguatan sebanyak 4,17% menjadi Rp 6.250 hingga pukul 10.00 WIB, bahkan ASII sempat melesat ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir Rp 6.300, dibandingkan level tertinggi intraday 2 Oktober 2024 capai Rp 6.350.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Rebound 9,7% di September, Saham ASII Layak Dipertahankan Beli
Data Tradingview mencatat kenaikan harga saham ASII sepanjang ytd telah mencapai 26,26% dan kenaikan dalam lima hari terakhir lebih dari 7,7%. Tak hanya itu, pemodal asing terpantau merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham ASII senilai Rp 731,43 miliar dalam sebulan terakhir. ASII menjadi saham penyumbang terbesar kedua net buy saham di pasar regular dalam sebulan terakhir.
Lalu, bagaimana prospek sahamnya? BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan lalu menyebutkan bahwa ASII berpotensi mencatat kinerja lebih kuat pada kuartal III-2025, ditopang oleh peningkatan penjualan mobil dan stabilnya pangsa pasar kendaraan bermotor. Kinerja sektor otomotif dan jasa keuangan diperkirakan menjadi motor utama pertumbuhan laba perusahaan.
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa pada periode tersebut, volume penjualan mobil ASII naik 5,4% secara kuartalan (qoq) menjadi sekitar 96.100 unit dengan pangsa pasar tetap solid di 52%. Secara industri, penjualan mobil nasional juga meningkat 6,9% qoq menjadi 184.700 unit.
“Dengan tren positif ini, laba bersih kuartal III-2025 ASII berpotensi melampaui ekspektasi, meski sebelumnya diperkirakan melemah ke sekitar Rp 7,9 triliun atau turun sekitar 7% qoq,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Nashrullah Putra Sulaeman dalam riset tersebut.
Baca Juga
Pantau Ekspor-Impor, Menkeu Purbaya Ingin Jadikan LNSW Sebagai "Mata-Mata" Digital
Memasu kuartal IV-2025, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, Astra (ASII) berpotensi mendapatkan dorongan musiman dari penjualan akhir tahun. “Sekitar 30% penjualan mobil tahunan biasanya terjadi pada kuartal terakhir. Hal ini berpotensi mengangkat total volume penjualan mobil perseroan menjadi sekitar 770–780 ribu unit tahun ini dengan pangsa pasar stabil sekitar 52,5–53%,” tulisnya.
Dukungan sentimen positif tersebut menjadikan valuasi saham ASII menarik. Saham ASII saat ini diperdagangkan pada PE 7,5 kali atau di bawah rata-rata lima tahun sebesar 7,8 kali, sehingga saham ASII direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.700. Target ini merefleksikan PE setara 9,5 kali tahun 2026 atau sekitar +1SD dari rata-rata historis. Katalis positif saham ini juga datang dari peluncuran kendaraan hybrid (HEV) target pasar mass market.

