Penjualan Mobil Astra (ASII) Rebound 9,7% di September, Saham ASII Layak Dipertahankan Beli
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja industri otomotif nasional masih mencatatkan penurunan volume penjualan wholesales roda empat (4W) atau mobil sebanyak 15,1% menjadi 62,1 ribu unit pada September 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan 15,1% secara tahunan (yoy) dan relatif stagnan dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan sahamnya tetap dipertahankan reklmendasi beli.
Meski industri belum sepenuhnya pulih, PT Astra International Tbk (ASII) justru mencatat rebound kuat dengan penjualan 33,5 ribu unit atau menunjukkan kenaikan 9,7% secara bulanan (mom) dan hanya turun 16,4% yoy.
Baca Juga
Astra International (ASII) Bagikan Dividen Interim Rp 3,96 Triliun, Simak Jadwal Berikut
Kinerja tersebut mendorong pangsa pasar (market share) Astra (ASII) naik signifikan menjadi 54,0% pada September dari posisi 49,5% pada Agustus. Sedangkan secara kumulatif Januari–September 2025, market share Astra (ASII) turun tipis menjadi 53,0%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 56,2%.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang dikutip BRI Danareksa Sekuritas, total penjualan wholesales kendaraan roda empat (4W) nasional tercatat 62.071 unit, turun tipis 0,5% secara bulanan (MoM) dan turun 15,1% secara tahunan (YoY). Secara kumulatif hingga kuartal III-2025 (9M25), total penjualan 4W domestik mencapai 561.820 unit, turun 11,3% YoY, sedangkan pangsa pasar Astra sepanjang periode tersebut mencapai 53,0%, turun dari 56,2% di tahun sebelumnya.
Meski industri secara keseluruhan masih tertekan, Astra membukukan peningkatan penjualan 9,7% MoM menjadi 33.535 unit, mengerek pangsa pasarnya menjadi 54,0% dari 49,5% pada Agustus. Peningkatan ini terutama didorong oleh penjualan Toyota dan Lexus yang naik 12,7% serta Daihatsu yang tumbuh 7,7%. Penjualan mobil Low Cost Green Car (LCGC) yang anjlok 37,4% YoY. Total penjualan LCGC Astra mencapai 6.398 unit pada September, dengan pangsa pasar LCGC meningkat ke 76,9%.
Baca Juga
Ekspor Komponen Otomotif Indonesia Tembus US$ 7,6 Miliar, Pertumbuhan 6% per Tahun
Di sisi lain, merek non-Astra seperti Honda, Suzuki, dan Wuling mencatatkan pelemahan, sementara Chery justru melonjak 78,5% MoM dan 212,8% YoY, menjadi salah satu pemain dengan pertumbuhan tertinggi.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai, pemulihan pangsa pasar Astra (ASII) pada September 2025 menjadi sinyal positif bagi kinerja saham ASII. Meski demikian, penguatan ini dinilai masih bersifat taktis dan belum menunjukkan perbaikan struktural. Tekanan volume diperkirakan masih berlanjut tanpa adanya produk hibrida (HEV) mass market baru.
Baca Juga
Kapitalisasi Pasar Kripto Dunia Anjlok, Tinggal Sekitar US$ 3,8 Triliun
Sejumlah faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham Astra (ASII) dengan target harga Rp 6.700 per saham. Target harga tersebut juga merefleksikan strategi total shareholder return (TSR) serta peluncuran kendaraan hibrida menjadi katalis utama untuk mendukung kinerja jangka menengah di tengah permintaan industri yang masih lemah.
Terkait pergerakan harga saham ASII menunjukkan penguatan lebih dari 21% menjadi Rp 5.900 sepanjang ytd. Begitu juga dengan pergerakan harga dalam sebulan terakhir terjadi kenaikan lebih dari 679%.

