Dua Faktor Ini Jadi Penopang Saham Bank Melesat, Ada BBCA hingga BBTN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kenaikan tajam saham-saham bank pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/10/2025), ditopang peningkatan ekspektasi terhadap investor terhadap perbaikan kinerja keuangan kuartal III-2025 serta dorongan sejumlah kebijakan pemerintah yang memperkuat likuiditas sektor perbankan.
Menurut Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta yang dihubungi investortrust.id bahwa faktor utama penguatan saham bank adalah keyakinan pelaku pasar terhadap hasil laporan keuangan perbankan kuartal III-2025 akan menunjukkan pemulihan signifikan. “Itu sebenarnya yang paling krusial,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca Juga
Asing Berbalik Net Buy Rp 533,31 Miliar, Asing Berbalik Borong Saham BBCA
Sentimen positif, terang dia, juga datang dari kebijakan pemerintah yang menyalurkan injeksi likuiditas senilai Rp 200 triliun kepada sektor perbankan, khususnya Himbara. Dana tersebut ditujukan untuk mendorong optimalisasi pertumbuhan kredit, khususnya di sektor-sektor produktif.
“Selain bank milik negara, bank swasta mendapatkan manfaat dari kebijakan Rp 200 triliun itu. Ini memberikan peningkatan nyata pada likuiditas perbankan,” terangnya.
Baca Juga
Tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) turut memperkuat prospek sektor keuangan. BI diperkirakan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin yang menjadi katalis positif bagi pertumbuhan kredit dan profitabilitas bank.
Tak hanya itu, rencana Danantara untuk melakukan injeksi likuiditas di pasar modal sekitar Rp 16 triliun juga menjadi sentimen positif bagi saham-saham bank. “Gabungan antara ekspektasi kinerja yang membaik, kebijakan likuiditas, dan pelonggaran moneter menciptakan momentum kuat bagi sektor perbankan,” pungkasnya.
Kerek IHSG
Lompatan harga saham bank hari ini menjadi faktor utama penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/10/2025), rebound siginfikan sebanyak 173 poin (2,19%) ke level 8.088. Rentang pergerakan 7.915-8.117 dengan nilai transaksi Rp 21,02 triliun dengan penopang utama saham big bank.
Kenaikan tertinggi didominasi saham bank papan atas, seperti saham BBCA naik 5% menjadi Rp 7.875, BMRI menguat 6,17% menjadi Rp 4.300, BBRI naik 5,14% menjadi Rp 3.680, dan BBNI melambung 6,32% menjadi Rp 4.040. Kenaikan juga dicatatkan BBTN sebanyak 8,33% menjadi Rp 1.235 dan BRIS menguat 4,76% menjadi Rp 2.640.
Kenaikan pesat juga disumbangkan saham bank swasta lainnya, seperti saham BNLI naik sebanyak 4,72% menjadi Rp 5.550, BNGA naik 2,10% menjadi Rp 1.705, saham BDMN naik sebanyak 1,29% menjadi Rp 2.360, dan saham NISP naik 2,26% menjadi Rp 1.360.
Secara sectoral, saham sektor keuangan melesat 3,38%, disusul sektor transportasi 3,10%, sektor industry 2,45%, sektor energi 2,76%, sektor konsumer primer 1,94%, sektor property 1,67%, dan sektor konsumer non primer 0,94%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan kesehatan.

