Net Buy Rp 533,31 Miliar, Asing Berbalik Borong Saham BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 533,31 miliar, seiring dengan lompatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/10/2025), sebanyak 173 poin (2,19%) ke level 8.088.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 894,09 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 92,22 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) mencapai Rp 72,58 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencapai Rp 55,91 miliar, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebanyak Rp 46,61 miliar.
Baca Juga
BCA (BBCA) Ungkap Rencana Pembagian Dividen di Akhir Tahun Ini hingga IPO BCA Digital
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 252,41 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 149,39 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 113,90 miliar, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp 113,42 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 66,40 miliar.
Terkait penguatan indeks hari ini didukung saham sektor perbankan, khususnya bank-bank besar. Di antaranya, saham BBCA naik 5% menjadi Rp 7.875, BMRI menguat 6,17% menjadi Rp 4.300, BBRI naik 5,14% menjadi Rp 3.680, dan BBNI melambung 6,32% menjadi Rp 4.040. Kenaikan juga dicatatkan BBTN sebanyak 8,33% menjadi Rp 1.235 dan BRIS menguat 4,76% menjadi Rp 2.640.
Secara sectoral, saham sektor keuangan melesat 3,38%, disusul sektor transportasi 3,10%, sektor industry 2,45%, sektor energi 2,76%, sektor konsumer primer 1,94%, sektor property 1,67%, dan sektor konsumer non primer 0,94%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan kesehatan.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga mengesankan, yaitu saham GTSI menguat 34,95% menjadi Rp 139, WAPO naik 34,48% menjadi Rp 234, SSTM melesat 24,82% menjadi Rp 352, BLUE naik 24,71% menjadi Rp 1.640, PGLI naik 24,67% menjadi Rp 374, dan BESS melesat 24,65% menjadi Rp 1.340. Meski tak ARA, HUMI melambung 24,78% menjadi Rp 141, KONI naik 22,67% menjadi Rp 3.030, PUDP menguat 23,26% menjadi Rp 795, dan OPMS naik 21,69% menjadi Rp 101.
Baca Juga
Prasasti: Danantara Butuh Waktu untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 4,14% ke level 7.915,656, domestic. Koreksi ini mencerminkan tekanan jual yang melanda pasar saham domestic di tengah peningkatan ketidakpastian global. Rata-rata volume transaksi harian turun 10,33% menjadi 37,95 miliar saham dari 42,32 miliar saham pada pekan sebelumnya. Nilai transaksi juga menyusut 2,44% menjadi Rp27,46 triliun, sementara frekuensi perdagangan turun 7,37% menjadi 2,72 juta kali per hari.
Dari sisi kapitalisasi pasar, total nilai emiten di Bursa Efek Indonesia turun signifikan sebesar Rp814 triliun atau 5,23%, menjadi Rp14.746 triliun. Dalam denominasi dolar AS, kapitalisasi pasar tercatat sebesar US$889 miliar, turun US$49 miliar dari pekan sebelumnya. Secara intraday, IHSG sempat menyentuh level terendah 7.854,307 dan tertinggi 8.288,279 sepanjang pekan lalu. Meskipun sempat rebound di pertengahan minggu, tekanan jual di akhir pekan menghapus sebagian besar penguatan harian.

