Asing Berbalik Net Buy Rp 297,42 Miliar, Saham BBRI dan BBCA Diborong
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing berbalik catatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 297,42 miliar, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/1/2025), sebanyak 35,72 poin (0,50%) menjadi 7.109.
Net buy terbesar melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 283,92 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akhirnya catatkan net buy Rp 162,20 miliar setelah beberapa hari terakhir dilanda aksi jual. Net buy juga melanda saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) Rp 70,59 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 62,92 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 33,66 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan torehan penjualan bersih terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) RP 112,33 miliar, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Rp 88,59 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 37,57 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 32,26 miliar, dan PT Mitratel Dayamitra Tbk (MTEL) Rp 28,84 miliar.
Baca Juga
Penguatan tersebut didukung rebound saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 3,28% menjadi Rp 9.450. Secara sectoral, penguatan kali ini didukung kenaikan saham sektor consumer non primer 1,02%, sektor keuangan 0,90%, sektor energi 0,72%, sektor industry 0,31%, dan sektor transportasi 0,30%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer, kesehatan, infrastruktur, property, dan material dasar.
Di tengah penguatan IHSG akhir Januari ini, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) sebanyak 34,01% menjadi Rp 264, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 24,64% menjadi Rp 860, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,57% menjadi Rp 436, dan PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) naik 24,63% menjadi Rp 835. ARA juga melanda saham PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE) sebanyak 24,27% menjadi Rp 256, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) naik 24,45% menjadi Rp 570.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Brigit Biofarma TeknologiT bk (OBAT), PT Bank Nationalbonu Tbk (NOBU), PT Ramala Abadi Tbk (DATA), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII).
Baca Juga
Antam (ANTM) Catatkan Kenaikan Penjualan Emas 68% di 2024, Terbesar Sepanjang Masa
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 92,58 poin (1,29%) menjadi 7.073,48 dan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 397,69 miliar. Net sell terbesar disumbangkan saham saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 386,93 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 114,39 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 49,01 miliar.
Kejatuhan indeks kemarin terseret koreksi saham-saham emiten top 10 market cap. Seca sektor, penurunan dipicu koreksi sektor saham material dasar dengan penurunan 2,55%, sektor property 1,61%, sektor infrastruktur 1,32%, sektor industry 1,23%, sektor keuangan 0,46%, dan energi 0,31%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor consumer non primer 012% dan teknologi 1,06%.

