BCA (BBCA) Ungkap Rencana Pembagian Dividen di Akhir Tahun Ini hingga IPO BCA Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA sedang mempersiapkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Namun, manajemen masih enggan mengumumkan kisaran pastinya pembagian dividen untuk nanti.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, setiap tahun BCA memang rutin memberikan dividen interim sebelum akhir tahun. Biasanya pada bulan Desember dan untuk beberapa tahun terakhir rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio), sebutnya ada di sekitar 68% dari laba bersih.
"Berapa dividend payout ratio sampai dengan tahun lalu kita ada di kisaran 68%, jadi cukup tinggi ya untuk industri," kata Vera dalam paparan kinerja kuartal III 2025 secara virtual, Senin (20/10/2025).
Baca Juga
BCA Siapkan Dana Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham, Berlaku hingga Januari 2026
BCA juga menekankan bahwa keputusan akhir terkait dividen interim akan tergantung pada kondisi keuangan perseroan, likuiditas, serta persetujuan mekanisme korporasi sesuai ketentuan perundang-undangan dan regulasi OJK.
Investor disarankan untuk menantikan pengumuman resmi BCA melalui keterbukaan informasi perusahaan, termasuk tanggal cum-dividend, ex-dividend, dan jadwal pembayaran dividen interim.
Secara kinerja, BCA dan entitas anak membukukan laba bersih Rp 43,4 triliun per kuartal III 2025. Raihan itu naik 5,7% secara tahunan (year on year/YoY). Sejalan dengan laba, bank swasta nasional terbesar di Indonesia itu juga meraup pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan menjadi Rp 944 triliun per September 2025.
IPO BCA Digital
Di sisi lain, Vera menegaskan tidak memiliki rencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) terhadap anak usahanya, BCA Digital dalam waktu dekat. "Jadi tadi Pak Hendra (Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, red) sudah sampaikan tidak ada rencana IPO, berita itu kalau saya tidak salah ingat 4 tahun yang lalu," pungkasnya.
Baca Juga
Meski belum berencana melantai di bursa, kinerja BCA Digital kata Vera menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, laba BCA Digital tercatat sebesar Rp 135 miliar, melonjak 89% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, penyaluran kredit tumbuh 51% year on year (YoY), mencerminkan peningkatan signifikan dalam kinerja intermediasi.
Vera menambahkan, fokus BCA saat ini adalah memperkuat kinerja fundamental dan memperluas ekosistem digital, bukan mengejar pendanaan eksternal melalui pasar modal. “Kami melihat potensi BCA Digital masih sangat besar untuk dikembangkan lebih jauh di dalam grup BCA,” ungkapnya.

