Angkasa Pura Ungkap Rencana Pasca Merger, Bidik EBITDA Rp 10 Triliun hingga Rencana IPO
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, Faik Fahmi menargetkan, pihaknya dapat meraup laba sebelum pajak bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA sebesar hampir Rp 10 triliun.
“Sekarang ini pendapatan kita 2024 ini ya, Rp 20,3 triliun. Dan kita menargetkan EBITDA-nya sekitar hampir Rp 10 triliun tahun ini, Rp 9,7 triliun kalau nggak salah,” kata Faik saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu (10/9/2024).
Dia pun menuturkan, pasca penggabungan atau merger antara Angkasa Pura (AP) I dan AP II pada Senin (9/9/2024) lalu, InJourney Airports akan mempertimbangkan untuk Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia ke depannya.
Baca Juga
InJourney Airports Targetkan Pendapatan Rp 30 Triliun dalam 5 Tahun ke Depan
“Sekarang sih saya lebih fokus kepada konsolidasi internal, agar Angkasa Pura itu benar-benar bisa berperan secara maksimal untuk mencapai objektif yang dilakukan dan opsi (IPO) itu kemungkinan ke depannya bisa kita pertimbangkan,” ungkap Faik.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Faik Fahmi menargetkan, penggabungan pengelola bandara di Indonesia dapat meningkatkan pendapatan dalam lima tahun ke depan. Faik menyebut dalam kurun waktu tersebut, InJourney Airports ditargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp 30 triliun.
“Target EBITDA kami tahun ini sebesar Rp 9 triliun dan revenue Rp 20,3 triliun. Tapi, kami upayakan dalam waktu lima tahun ke depan bisa tembus di atas Rp 30 triliun,” kata Fahmi di kantor InJourney, Jakarta, Senin (9/9/2024) lalu.
Baca Juga
Manulife Aset Manajemen Nilai Terpicunya Sahm Rule Bersifat Semu
Faik mengatakan target pendapatan itu turut disertai dengan target peningkatan jumlah penumpang di bandara yang dikelola InJourney Airports. Dalam lima tahun ke depan, kata Faik, InJourney Airports menargetkan dapat melayani lebih dari 200 juta penumpang.
“Di atas 200 juta (penumpang) lah. 250 juta (penumpang) lebih,” kata dia.
Pada tahun ini, InJourney Airports melalui 37 bandara yang dikelolanya menargetkan dapat melayani 170 juta penumpang. Target ini diiringi dengan tiga objektivitas.
Pertama, kata Faik, InJourney ingin memastikan dapat membangun kolektivitas untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan sekaligus paling besar. Kedua, kata dia, InJourney ingin mengubah wajah bangsa.
“Terus yang ketiga kita ingin menciptakan value creation. Termasuk tadi bagaimana mendorong dari sisi komersial untuk bisa setara dengan standar global dari aspek kemampuan,” ujar dia.

