Agar Kebagian Dividen Jumbo, Simak Jadwal Pembagian Dividen Adaro Energy (ADRO) Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menetapkan jadwal pembagian spesial dividen US$ 2,62 miliar pada 6 Desember 2024. Sedangkan cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi ditetapkan pada 26 November.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebelumnya telah menetapkan pembagian special dividen mencapai US$ 2,62 miliar atau setara dengan Rp 41,54 triliun dengan asumsi 1 USD setara dengan Rp 15.800. Dengan jumlah beredar sebanyak 30,75 miliar saham ADRO, maka nilai dividen tersebut berkisar Rp 1.350 per saham.
Baca Juga
Sebelumnya, dalam RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada 15 Mei 2024, Adaro menetapkan dividen tunai final senilai US$ 400 juta yang sudah dibayarkan pada 5 Juni 2024. Bila dibandingkan jumlah dividen tunai pada RUPST, nilai dividen yang dibahas pada RUPSLB kali ini, setara 657,34% atau 6,5 kali lipat, dibandingkan jumlah dividen yang disetujui sebelumnya.
Per 31 Desember 2023, Adaro Energy Indonesia mencatatkan total saldo laba sebesar US$ 5,22 miliar dengan nilai saldo laba belum dicadangkan per tanggal yang sama, sebesar US$ 5,15 miliar.
Bila dikurangi jumlah dividen tunai final yang disepakati pada 15 Mei 2024, Adaro memiliki sisa saldo laba yang belum dicadangkan sebesar US$ 4,75 miliar. Sisa tersebutlah yang kemudian dibahas dalam RUPSLB Adaro hari ini.
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, perseroan merencanakan pembagian tambahan dividen tunai final agar para pemegang saham ADRO, atas pilihannya sendiri, dapat berpartisipasi dalam pembelian saham PT Adaro Andalan Indonesia (AADI).
Baca Juga
Adaro Andalan Indonesia (AADI) Siap Melantai di Bursa, Bidik IPO Rp 4,59 Triliun
Pembelian saham IPO tersebut, dapat dilakukan melalui pelaksanaan Penawaran Umum Oleh Pemegang Saham berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 76/POJK.04/2017 tentang Penawaran Umum Oleh Pemegang Saham (“PUPS”) oleh Perseroan.
Selanjutnya dalam mata acara kedua, Adaro juga mengajukan persetujuan untuk melakukan perubahan nama perseroan dan dengan demikian mengubah Pasal 1 ayat (1) anggaran dasar perseroan.
Baca Juga
Kedatangan IPO Jumbo Adaro Andalan (AADI), BEI Optimistis Daya Serap Investor Tinggi
Rencana perubahan nama perseroan merupakan salah satu langkah perseroan memperkenalkan identitas baru Adaro sebagai entitas induk yang akan lebih berfokus pada bisnis hijau dan pengembangan proyek-proyek ramah lingkungan.
Pilar bisnis yang akan dijalani Adaro setelah berubah nama adalah pilar bisnis Adaro Minerals dan Adaro Green. Hal ini dilakukan setelah terjadinya pemisahan pilar bisnis pertambangan batu bara termal dan beberapa bisnis pendukungnya, melalui pelaksanaan PUPS.

