IHSG Sesi I Melesat 1,97% Terkerek Saham Big Bank, Ada BBCA hingga BBNI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (20/10/2025), ditutup melesat sebanyak 155 poin (1,97%) ke atas level 8.000, tepatnya 8.071. Lomptan tersebut ditopang kenaikan pesat saham bank papan atas.
Kenaikan tertinggi dicatatkan saham BBNI sebanyak 7,63% menjadi Rp 4.090, BMRI melesat 6,42% menjadi Rp 4.310, BBCA menguat 6,33% menjadi Rp 7.975, dan BBRI naik 6,29% menjadi Rp 3.720. Lompatan harga juga melanda saham BBTN sebanyak 8,33% menjadi Rp 1.235 dan BRIS menguat 5,95% menjadi Rp 2.670.
Baca Juga
Saham Bank Melesat Kerek IHSG ke 8.000, Saatnya Berburu Saham Bank?
Secara sectoral, saham sektor keuangan melambung 3,66%, disusul saham sektor energi 1,52%, sektor konsumer non primer 1,45%, sektor industry 1,41%, sektor porperti 1,40%, dan sektor konsumer primer 1,22%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan teknologi.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga mengesankan, yaitu saham WAPO naik 33,33% menjadi Rp 232, GTSI menguat 29,13% menjadi Rp 133, BLUE naik 24,71% menjadi Rp 1.640, OPMS naik 22,89% menjadi Rp 102, dan SSTM menguat 22,70% menjadi Rp 346.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 4,14% ke level 7.915,656, domestic. Koreksi ini mencerminkan tekanan jual yang melanda pasar saham domestic di tengah peningkatan ketidakpastian global.
Rata-rata volume transaksi harian turun 10,33% menjadi 37,95 miliar saham dari 42,32 miliar saham pada pekan sebelumnya. Nilai transaksi juga menyusut 2,44% menjadi Rp27,46 triliun, sementara frekuensi perdagangan turun 7,37% menjadi 2,72 juta kali per hari.
Baca Juga
Beda Data, Kemenkeu dan Kemendagri Cari Selisih Rp 18 Triliun Simpanan Pemda
Dari sisi kapitalisasi pasar, total nilai emiten di Bursa Efek Indonesia turun signifikan sebesar Rp814 triliun atau 5,23%, menjadi Rp14.746 triliun. Dalam denominasi dolar AS, kapitalisasi pasar tercatat sebesar US$889 miliar, turun US$49 miliar dari pekan sebelumnya.
Secara intraday, IHSG sempat menyentuh level terendah 7.854,307 dan tertinggi 8.288,279 sepanjang pekan lalu. Meskipun sempat rebound di pertengahan minggu, tekanan jual di akhir pekan menghapus sebagian besar penguatan harian.

