Raden Pardede: Perdagangan Global Jadi Kunci Kemajuan Ekonomi, Tapi Ingatkan Risiko Ketergantungan Modal Asing
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ekonom senior Raden Pardede menegaskan bahwa perdagangan global memegang peran penting dalam kemajuan ekonomi suatu bangsa. Berdasarkan sejarah perkembangan ekonomi dunia, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China mampu tumbuh pesat berkat aktivitas perdagangan yang kuat.
“Faktor perdagangan sangat penting sekali untuk kemajuan suatu bangsa,” ujar acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga
Raden mencontohkan, dominasi China dalam sektor manufaktur dunia mencapai 40%, menjadikannya negara dengan surplus perdagangan yang sangat besar. Sebaliknya, Amerika Serikat menghadapi defisit perdagangan dan fiskal yang tinggi akibat ekspansi ekonomi dan kebutuhan impor yang besar.
“Kalau suatu negara melakukan ekspansi besar-besaran membeli barang dalam jumlah besar, akan terjadi fiscal deficit,” jelasnya.
Penguatan Modal Domestik
Menurut Raden, ketimpangan antara negara surplus dan defisit merupakan konsekuensi alami dari arus modal global. Negara-negara, seperti Korea, China, Vietnam, dan Indonesia umumnya mengalami surplus perdagangan dengan AS karena meningkatnya investasi dan ekspansi ekonomi domestik.
Baca Juga
CMSE 2025 Resmi Dibuka, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 19 Juta SID
Ia menambahkan, aliran modal dari negara maju ke negara berkembang, termasuk Indonesia, membuat neraca modal tetap positif. “Itu membuktikan saving kita lebih kecil dari investasi. Kita butuh investasi asing,” katanya.
Namun, Raden mengingatkan potensi risiko dari ketergantungan terhadap modal asing. Jika terjadi sudden stop atau penghentian mendadak aliran dana, ekonomi bisa terganggu.“Lebih baik pasar modal kita mengandalkan dalam negeri. Kalau dalam negeri kuat, impor modal bisa ditekan, dan ekonomi kita lebih stabil,” tegasnya.

