JPMorgan Ingatkan Risiko MicroStrategy Terdepak dari Indeks MSCI Karena Terus Ketergantungan pada Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Raksasa Perbankan JPMorgan kembali menyoroti kerentanan struktural MicroStrategy, yang kini berganti nama menjadi Strategy Inc (MSTR). Ketergantungan ekstrem MSTR terhadap kepemilikan Bitcoin dapat membuatnya terdepak dari indeks saham utama, termasuk MSCI USA Index.
Melansir CryptoNewsFlash, Senin (24/11/2025). MSCI kini tengah menggelar konsultasi mengenai revisi aturan klasifikasi emiten. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengecualikan perusahaan yang memiliki aset digital lebih dari 50% dari total aset.
MSTR jelas masuk kategori ini, mengingat nilai kepemilikan BTC-nya jauh melampaui kapitalisasi pasar perusahaan yang berkisar US$ 2,5 miliar.
Baca Juga
JP Morgan Sees Steady Investor Confidence as Prabowo Moves to Bolster Economy
Jika dikeluarkan dari MSCI USA Index, berbagai dana pasif yang terikat pada indeks tersebut bakal dipaksa melepas saham MSTR secara otomatis. JPMorgan memperkirakan pemangkasan ini dapat memicu arus keluar bernilai miliaran dolar dari dana indeks MSCI maupun penyedia indeks lain seperti Russell dan Nasdaq.
Perusahaan yang dulunya dikenal sebagai pengembang perangkat lunak itu telah berubah menjadi proxy Bitcoin di pasar saham sejak Executive Chairman Michael Saylor memulai strategi akumulasi BTC pada Agustus 2020.
Sejak itu, MSTR terus mengonversi neracanya menjadi Bitcoin, bahkan menerbitkan utang konversi serta ekuitas baru untuk memperbesar kepemilikan aset kripto tersebut.
Baca Juga
JP Morgan: Demo Tak Goyahkan Kepercayaan Investor pada Ekonomi Indonesia
Baru-baru ini, MSTR kembali mengumumkan pembelian 487 BTC senilai US$ 49,9 juta setelah sempat menghentikan akumulasi pada Oktober. Langkah ini tetap menuai kritik dari sebagian pemegang saham, yang menilai Saylor melanggar komitmen sebelumnya dengan terus melakukan dilusi saham demi menambah posisi Bitcoin.
Hingga 17 November 2025, MSTR tercatat menggenggam 649.870 BTC berdasarkan data BitcoinTreasuries. Pada harga BTC sekitar US$ 83.000, nilainya setara US$ US$ 53,9 miliar. Namun, penurunan harga Bitcoin dari puncak US$ 126.000 pada Oktober menekan valuasi perusahaan dan mengikis harga sahamnya.
JPMorgan memperingatkan bahwa penurunan ini menghapus kemampuan MSTR untuk menerbitkan saham bernilai tinggi guna membeli Bitcoin tambahan tanpa mendilusi pemegang saham. Bank tersebut juga menggarisbawahi penurunan harga BTC sekitar 15% lagi akan cukup untuk menghapus seluruh keuntungan perusahaan dari posisi Bitcoinnya dan mendorongnya masuk ke zona rugi.

