Penjualan Domestik Melemah, Unilever (UNVR) Fokus Genjot Ekspor Meski Margin Tipis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat pertumbuhan penjualan ekspor di tengah pelemahan pasar domestik. Hingga semester I-2025, ekspor Unilever naik 7,7% (yoy) menjadi Rp 578,79 miliar, sementara penjualan dalam negeri turun 4,8% (yoy) menjadi Rp 17,62 triliun.
Berdasarkan data pertumbuhan harga (underlying price growth/UPG), Unilever mencatat kenaikan 1,4% (yoy), sedangkan secara volume (underlying volume growth/UVG) turun 6,1% (yoy). Secara total, penjualan bersih Unilever sepanjang Januari–Juni 2025 turun 4,4% (yoy) menjadi Rp 18,2 triliun. Adapun gross margin turun 161 bps dengan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun atau merosot 12,6% (yoy).
Baca Juga
Unilever (UNVR) Tegaskan Komitmen Bagikan Dividen 100% dari Laba 2025
Direktur Keuangan Unilever Indonesia Neeraj Lal menjelaskan bahwa ekspor Unilever meliputi berbagai kategori produk, mulai dari makanan, perawatan pribadi, hingga produk kesehatan yang dipasarkan ke sejumlah negara Asia, terutama Singapura.
“Kami juga mengekspor es krim dan produk makanan ke Filipina, Malaysia, serta Thailand,” ungkap Neeraj dalam paparan publik usai RUPSLB di Kantor Pusat Unilever, BSD, Tangerang, Rabu (15/10/2025).
Ia menambahkan, negara-negara tersebut menjadi pasar utama ekspor Unilever Indonesia. “Namun margin ekspor relatif rendah karena persaingan ketat dan mekanisme pasar di negara tujuan ekspor,” pungkas Neeraj.
Baca Juga
Glenny H Kairupan, Lulusan Akabri 1970 yang Kini Pimpin Garuda (GIAA)
Selain itu, Unilever Indonesia (UNVR) menegaskan komitmennya untuk membagikan seluruh laba bersih tahun 2025 sebagai dividen kepada pemegang saham. Dengan demikian, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) perseroan untuk tahun buku 2025 diproyeksikan mencapai 100%.
Neeraj Lal menyatakan bahwa kebijakan pembagian dividen penuh akan tetap dipertahankan. “Kami berkomitmen memberikan 100% laba kepada pemegang saham dan tetap akan membagikan dividen tahun depan, sebagaimana komitmen kami tahun ini,” ujarnya.
Sepanjang paruh pertama 2025, Unilever mencatat laba bersih Rp 2,2 triliun, turun 12,6% secara tahunan (yoy), dengan penjualan mencapai Rp 18,2 triliun atau turun 4,4% (yoy). Meski demikian, merek-merek yang mewakili 55% portofolio produk perusahaan tetap mencatatkan pertumbuhan positif, mencerminkan penerimaan konsumen yang kuat dan ketangguhan bisnis perseroan.

