Unilever (UNVR) Tunjuk Hendri Widiarta Sebagai Direktur SDM Baru Usai Pangkas 480 Karyawan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi mengangkat Hendri Widiarta sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) baru. Pengangkatan ini tepat setelah pemangkasan sebanyak 480 karyawan pada semester I-2025 dituntaskan. Pengangkatan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan, Rabu (15/10/2025).
“Dengan bergabungnya Hendri ke dalam dewan direksi, perseroan akan tetap fokus memperkuat kapabilitas SDM dan mendorong transformasi menuju fase berikutnya,” ujar Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, dalam paparan publik di Kantor Pusat Unilever, BSD, Tangerang.
Baca Juga
1.000 Gerai Isi Ulang Jadi Strategi Unilever (UNVR) Tekan Plastik
Hendri Widiarta merupakan profesional dengan pengalaman lebih dari 28 tahun di bidang SDM lintas industri. Ia pernah memimpin berbagai posisi senior di tingkat nasional, regional, hingga global, dengan fokus pada pengembangan budaya organisasi, transformasi bisnis, dan pengelolaan talenta strategis.
“Bersama, kami bertekad menumbuhkan inovasi, menanamkan budaya kinerja tinggi, serta menegakkan disiplin eksekusi demi pertumbuhan berkelanjutan bagi perseroan dan masyarakat,” lanjut Benjie.
Sebelum bergabung dengan Unilever, Hendri menjabat Senior Vice President Human Resources, APAC di B. Braun, perusahaan global di bidang perangkat medis dan farmasi asal Jerman yang beroperasi di lebih dari 60 negara. Ia memimpin fungsi HR untuk 17.000 karyawan di kawasan Asia Pasifik, mengintegrasikan strategi SDM untuk mendukung kinerja bisnis.
Baca Juga
Pengendali Lepas Saham, Geoprima Solusi (GPSO) Resmi Diakuisisi Tjokro Group?
Di awal kariernya, Hendri juga pernah berkiprah di SC Johnson, RGE Group (APRIL, Pacific Oil & Gas), serta PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Menurut Benjie, pengalaman tersebut membuktikan keahliannya dalam membangun kemampuan SDM dan melakukan transformasi organisasi.
“Dengan pengalaman luas, kami yakin Hendri akan memberikan kontribusi signifikan bagi perusahaan dan industri, khususnya dalam memperkuat budaya unggul, mengembangkan talenta masa depan, serta mendukung pencapaian ambisi strategis kami,” ujar Benjie.
Hendri menggantikan Willy Saelan, yang telah menjabat sejak 2015. Willy mengakhiri karier selama 30 tahun di Unilever Indonesia dengan kontribusi besar pada pengembangan kepemimpinan dan budaya perusahaan. “Kami menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan fondasi SDM kuat yang telah dibangun Willy. Kontribusinya akan terus berdampak positif di seluruh lini perseroan,” tambah Benjie.
Baca Juga
Begini Prospek Saham UNVR di Tengah Transformasi hingga Dividen Menggiurkan
Sementara itu, Hendri mengaku bangga menjadi bagian dari Unilever. “Saya siap bekerja sama untuk meningkatkan kapabilitas, mempercepat kinerja, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh karyawan, konsumen, dan pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan keuangan semester I-2025, Unilever mencatat penurunan beban karyawan dari Rp 1,27 triliun menjadi Rp 967,53 miliar. Beban produksi juga turun dari Rp412,57 miliar menjadi Rp354,15 miliar, sedangkan biaya pemasaran dan penjualan menurun dari Rp 622,51 miliar menjadi Rp 449,9 miliar. Beban administrasi ikut berkurang dari Rp 240,81 miliar menjadi Rp 163,47 miliar. Jumlah karyawan perseroan per 30 Juni 2025 tercatat 4.068 orang, turun dari 4.548 orang pada semester I-2024 atau berkurang sekitar 480 karyawan.

