Begini Prospek Saham UNVR di Tengah Transformasi hingga Dividen Menggiurkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) optimistis mencatatkan perbaikan kinerja pada paruh kedua 2025. Peluang tersebut ditunjukkan transformasi yang tenngah dijalankan sejak kuartal III-2024 mulai menunjukkan hasil positif, terutama dari strategi harmonisasi harga, pengurangan stok pelanggan, serta peningkatan kontribusi penjualan langsung.
Didukung peluang tersebut mendorong Samuel Sekuritas Indonesia merevisi naik target harga saham UNVR dari Rp 1.400 menjadi Rp 2.100 dengan rekomendasi menjadi beli. Target tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2026 sekitar 14 kali. Bandingkan dengan harga penutupan saham UNVR, Jumat (22/8/2025), level Rp 1.770, sehingga terbuka penguatan sebanyak 18,64%. Adapun ytd, saham UNVR masih turun sebanyak 3,53%.
Baca Juga
Merespons Fenomena ‘Rojali & Rohana’, Unilever (UNVR) Ungkap Strategi Tingkatkan Penjualan
Analis Samuel Sekuritas Kenzie Keane dan Jonathan Guyadi mengatakan, dampak transformasi yang telah dilakukan UNVR mulai terlihat pada pemulihan permintaan konsumen dan saluran distribusi. Penjualan harian UNVR naik 5% pada kuartal II-2025, dibandingkan kuartal III-2023. Penjualan direct trade (DT) tumbuh signifikan, yakni +35% pada kuartal II-2025, dibandingkan kuartal III-2024.
Pada kuarta II-2025, UNVR membukukan pendapatan Rp 8,7 triliun atau turun 2,5% YoY dan 7,7% QoQ. Dengan demikian, pendapatan semester I-2025 mencapai Rp 18,2 triliun atau turun 4,4% YoY, sejalan dengan proyeksi analis Samuel 53,5% dan konsensus analis 52%.
Pelemahan kinerja terutama dipicu kontraksi segmen domestic UVG sebesar -4,2% YoY akibat lemahnya kondisi ekonomi dan normalisasi permintaan musiman lebaran. Meski demikian, pelemahan tersebut sebagian tertahan oleh kenaikan +1,6% YoY pada segmen UPG. Dari sisi pangsa pasar, posisi UNVR mulai stabil di level 33,1% pada 2Q25 (1Q25: 32,8%; 4Q24: 33,3%).
Meski penjualan turun, Samuel Sekuritas menyebutkan, UNVR masih berhasil pertahankan profitabilitas dengan margin kotor (GPM) kuartal II-2025 hanya turun tipis ke 48,0% (1Q25: 48,2%; 2Q24: 49,5%). Penyebabnya adalah kombinasi produk yang kurang menguntungkan dan kenaikan harga CPO sebesar 7,6% YoY yang menyumbang sekitar 21% dari COGS.
Baca Juga
Margin EBIT juga turun menjadi 14,6% (1Q25: 17,1%), seiring normalisasi manfaat pensiun yang pada kuartal I-2025 sempat menurunkan beban remunerasi ke 1,4% dibandingkan run-rate normal 3,0%. Dengan demikian, laba inti kuartal II-2025 tercatat Rp 918 miliar (-9,8% YoY; -25,8% QoQ), sehingga total laba inti semester I-2025 mencapai Rp 2,2 triliun. Angka ini sesuai dengan estimasi analis (46,5%) dan bahkan lebih tinggi dari konsensus (59,2%).
Didukung peluang pembalikan kinerja tersebut, Samuel Sekuritas memilih merekomendasikan beli saham UNVR. Rekomendasi tersebut juga stabilisasi pangsa pasar serta strategi transformasi berkelanjutan, termasuk ekspansi portofolio produk untuk menjawab daya beli masyarakat yang masih lemah. Perseroan juga berencana meningkatkan belanja iklan dan promosi (A&P) ke level 9,2% dari penjualan tahun ini, dibandingkan tahun lalu hanya 8,8% untuk menjaga volume penjualan.
Rekomendasi beli tersebut juga menggambarkan UNVR memiliki daya tarik dari sisi return bagi investor. Potensi dividend yield tahun ini diperkirakan mencapai 10,3%, ditambah dengan program buyback hingga Rp 2 triliun yang sudah dimulai sejak akhir Juli hingga Oktober 2025 dengan harga maksimal Rp 1.700 per saham.

