IHSG Ditutup Anjlok 1,95%, Sebaliknya Tiga Saham Ini ARA lebih dari 35%
JAKARTA, investortrust.id— Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/10/2025), ditutup anjlok 160,68 poin (1,95%) menjadi 8.060. Rentang 7.974-8.284 dengan nilai transaksi Rp 30 triliun.
Kejatuhan tersebut dipicu atas penurunan saham-saham konglomerasi yang selama ini menjadi motor pergerakan indeks, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, saham emiten Haji Isam, saham emiten Happy Hapsoro, dan saham perbankan.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu kejatuhan hampir seluruh sektor saham, kecuali sektor property yang masih torehkan kenaikan tipis 0,03%. Penurunan paling tajam disumbangkan saham sektor energi 3,34%, sektor keuangan 2,90%, sektor material dasar 2,14%, sektor teknologi 208%, sektor infrastruktur 2,53%, dan sektor transportasi 3,99%.
Meski IHSG turun signifikan, sejumlah saham berikut pertahankan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham MBTO naik 34,48% menjadi Rp 199, TOSK naik 34,78% menjadi Rp 93, PURI melesat 34,38% menjadi Rp 258, MRAT naik 25% menjadi Rp 525, SOSS naik 25% menjadi Rp 1.300, SSTM naik 25% menjadi Rp 360, SOHO naik 24,54% menjadi Rp 1.015, GZCO naik 24,44% menjadi Rp 336, dan POLU naik 20% menjadi Rp 30.450.
Meski tak ARA, saham berikut catatkan kenaikan pesat, seperti saham HAIS naik 19,37% menjadi Rp 228, PSDN naik 21,15% menjadi Rp 126, HRTA naik 20,26% menjadi Rp 1.365, MORA 18,02% menjadi Rp 1.015, dan ASRM naik 17,59% menjadi Rp 468.
Kemarin, indeks kemarin ditutup turun sebanyak 30,66 poin (0,37%) menjadi 8.227, meski demikian investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,29 triliun di seluruh pasar. Net buy terbesar dikontribusikan crossing saham CASA dari pemodal lokal ke asing bernilai Rp 2,85 triliun. Selanjutnya BRMS Rp 292,33 miliar, ENRG Rp 86,41 miliar, AMRT Rp 79,11 miliar, dan ANTM Rp 76,94 miliar.
Baca Juga
Penurunan Harga Komoditas Global Seret APBN September 2025 ke Defisit Rp 371,5 Triliun
Penurunan tersebut dipicu atas penurunan atas penurunan sejumlah sektor keuangan sebanyak 1,52%, sektor property 1,47%, sektor infrastruktur 1,47%, konsumer primer 0,94%, dan sektor industry 0,48%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi 1,51%, sektor material dasar 1,23%, dan sektor konsumer non primer sebanyak 0,94%.
Meski IHSG berakhir di zona merah, beberapa saham berikut justru berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham GZCO naik 25% menjadi Rp 270, MRAT naik 25% menjadi Rp 420, ASPI naik 24,83% menjadi Rp 905, PORT menguat 24,77% menjadi Rp 1.335, SOSS melesat 24,55% menjadi Rp 1.040, dan PSGO terbang 24,55% menjadi Rp 274.

