Wow! Donald Trump Ternyata Salah Satu Investor Bitcoin Terbesar di Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tercatat memiliki kepemilikan tidak langsung atas aset Bitcoin senilai US$ 870 juta atau setara Rp 14,4 triliun (asumsi kurs Rp 16.558 per dolar AS). Nilai tersebut menjadikannya salah satu investor Bitcoin terbesar di dunia, meskipun aset tersebut tidak tercantum dalam laporan keuangan pribadinya.
Kepemilikan Bitcoin Trump berasal dari sahamnya di Trump Media and Technology Group (TMTG), perusahaan induk platform media sosial Truth Social. Perusahaan tersebut mulai berinvestasi besar-besaran di aset digital awal tahun ini.
Pada Mei 2025, Trump Media mengumpulkan dana sebesar US$2,3 miliar melalui penjualan saham dan akuisisi utang. Sebulan kemudian, pada Juli, perusahaan membeli Bitcoin senilai US$ 2 miliar. Dari total kepemilikan saham Trump sebesar 41% di TMTG, bagian Trump atas cadangan bitcoin perusahaan diperkirakan mencapai US$ 870 juta.
Baca Juga
Dari Tarif ke Tren 'Bullish', Ini Dia Narasi Baru Pasar Kripto Setelah Guncangan Trump
Melansir Forbes, Selasa (14/10/2025) langkah ini menempatkan Trump di jajaran pemilik bitcoin terbesar di dunia, di bawah nama-nama seperti si kembar Winklevoss, Michael Saylor, dan Tim Draper, yang masing-masing memiliki kepemilikan bitcoin senilai miliaran dolar.
Transformasi Trump dari sosok skeptis menjadi pendukung aset kripto menandai perubahan besar dari pandangannya pada 2019, ketika ia pernah menyebut bitcoin sebagai “uang semu” yang berisiko digunakan untuk aktivitas ilegal.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Trump aktif memanfaatkan popularitas aset digital. Ia sempat merilis kartu digital NFT bergambar dirinya, serta meluncurkan proyek kripto bernama World Liberty Financial bersama ketiga putranya menjelang pemilu 2024. Setelah memenangkan pemilu, nilai token proyek tersebut melonjak, menambah kekayaan bersih Trump lebih dari US$ 1 miliar.
Kenaikan harga Bitcoin sejak kemenangan Trump pada pemilu juga memperkuat nilai asetnya. Sejak November 2024 hingga Mei 2025, harga Bitcoin telah naik sekitar 60%. TMTG pun memperluas ekspansi ke kripto dengan menerbitkan obligasi konversi senilai US$1 miliar dan saham tambahan senilai US$1,4 miliar untuk memperbesar cadangan bitcoin.
Meski langkah ini menimbulkan kekhawatiran etis, Gedung Putih menepis adanya konflik kepentingan. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan bahwa pemerintahan Trump “tidak pernah, dan tidak akan pernah, terlibat dalam konflik kepentingan,” serta menegaskan komitmen untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat industri kripto global melalui kebijakan seperti GENIUS Act.
Baca Juga
New York Ajukan RUU Pajak Tambang Kripto untuk Tekan Emisi dan Biaya Energi
Kendati begitu, kinerja saham TMTG justru mengalami tekanan. Kapitalisasi pasar perusahaan kini tercatat sekitar US$ 1,2 miliar lebih rendah dibandingkan sebelum beralih ke strategi Bitcoin.
Analis menilai, prospek TMTG masih bergantung pada volatilitas harga Bitcoin dan sentimen publik terhadap kebijakan kripto di bawah pemerintahan Trump. Jika harga bBitcoin terus menguat, nilai aset digital perusahaan dan kekayaan pribadi Trump berpotensi meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

