Salah Satu Bank Terbesar Asal AS ini Jadi yang Pertama Bisa Simpan Bitcoin
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu bank tertua dan terbesar di dunia yang berbasis di Amerika Serikat (AS) yaitu The Bank of New York Mellon (BNY Mellon) hadir sebagai pelopor di industri penyimpanan aset kripto. Menjadi bank pertama yang mendapatkan pengecualian persyaratan akuntansi Staff Accounting Bulletin (SAB) 121.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau Securities and Exchange Commision (SEC) memberikan pengecualian dari persyaratan SAB 121 kepada BNY Mellon, memungkinkannya menyediakan layanan penyimpanan kripto institusional, termasuk Bitcoin (BTC), sebagai bagian dari bisnis utamanya.
“(BNY) ingin lebih terlibat dalam bisnis penyimpanan kripto. Mereka memiliki beberapa masalah dengan SAB 121 dan SEC tampaknya telah memberi mereka semacam pengecualian dari SAB 121 untuk bergerak maju,” ujar Senator AS Cynthia Lummis, dilansir dari Crypto News Flash, Senin (23/9/2024).
SAB 121 dikeluarkan SEC merupakan panduan tentang bagaimana perusahaan yang berurusan dengan aset kripto, terutama platform perdagangan dan kustodian, harus mencatat kewajiban terkait aset digital yang mereka simpan atas nama klien.
Baca Juga
Ajaib Raih Lisensi Sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto dari Bappebti
Pengecualian yang didapat BNY Mellon menjadi momen penting bagi industri kripto, yang menunjukkan perubahan dalam pandangan regulasi terhadap lembaga keuangan tradisional yang terlibat dalam penyimpanan aset digital.
Banyak pihak di industri kripto yang menganggap aturan ini merepotkan, karena menambah risiko keuangan yang signifikan bagi lembaga manapun yang terlibat dalam penyimpanan kripto.
Pengecualian BNY Mellon dari aturan tersebut mungkin akan mengubah peta jalan, membuka pintu bagi bank tradisional lainnya untuk masuk ke industri aset kripto.
Keputusan tersebut dapat menjadi stimulus untuk penerimaan yang lebih besar terhadap layanan kripto oleh lembaga keuangan besar, yang menunjukkan pasar yang matang di mana aset digital semakin dianggap sebagai potensi investasi yang menjanjikan.
Baca Juga
Ini bukan kali pertama BNY Mellon terjun ke industri kripto dan blockchain. Tahun lalu, dalam proyek yang dipimpin Swift, BNY Mellon dan Deutsche Bank bekerja sama dalam interoperabilitas of electronic bills of lading (eBL) pada blockchain.
Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi komersial dengan menggabungkan teknologi blockchain ke dalam sistem keuangan tradisional. Hal tersebut menunjukkan komitmen BNY Mellon untuk menggunakan teknologi blockchain guna meningkatkan proses keuangan, serta memperkuat posisi sebagai pelopor dalam mengintegrasikan solusi kripto dan blockchain ke dalam perbankan tradisional.

