Dari Tarif ke Tren 'Bullish', Ini Dia Narasi Baru Pasar Kripto Setelah Guncangan Trump
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto yang sempat anjlok tajam pada akhir pekan lalu berhasil rebound signifikan di awal pekan ini, Senin (13/10/2025). Pemicu utamanya adalah perubahan sentimen pasar yang dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan tarif terhadap China. Pada Jumat (11/10/2025) lalu, Trump mengejutkan pasar dengan ancaman tarif 100% atas impor asal China, yang langsung mengguncang sentimen global dan memicu aksi jual besar-besaran di pasar kripto.
Namun, situasi berbalik cepat ketika Trump kembali mengeluarkan komentar bernada lebih lunak di platform Truth Social. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar dan diartikan sebagai langkah de-eskalasi yang disengaja. Investor menilai Trump berusaha mengendalikan arah narasi setelah "mengguncang" pasar sebelumnya, sehingga Bitcoin kembali mendekati level US$ 115.000 dan Ethereum pulih ke kisaran US$ 4.100.
Menariknya, momen volatilitas besar ini terjadi pada Jumat malam waktu AS, ketika Wall Street sudah tutup untuk akhir pekan, menyisakan hanya pasar kripto yang beroperasi 24/7 untuk menyerap guncangan. Beberapa trader menilai bahwa dinamika ini bukan kebetulan; Trump diduga sengaja memanfaatkan volatilitas akhir pekan agar reaksi pasar tradisional (seperti S&P 500) tertunda.
Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, selain faktor politik, pemulihan cepat harga juga didorong oleh aksi beli murah (bargain hunting) dari whale, serta institusi yang melihat peluang setelah penurunan ekstrem. Begitu kepanikan mereda, pasar kembali menimbang faktor fundamental positif seperti prospek persetujuan ETF kripto dan rotasi modal dari emas ke aset digital.
“Kombinasi faktor ini mengembalikan keyakinan bahwa tren bullish jangka menengah hingga panjang di pasar kripto masih tetap terjaga,” katanya kepada Investortrust.id, Senin (13/10/2025).
Baca Juga
Setelah ‘Red October’, Kripto Balas Dendam Kini Pasar Kripto Melejit Lagi
Skenario Terdekat
Berkaca dari kejadian tersebut, kata Fyqieh dalam jangka pendek pasar kemungkinan memasuki fase konsolidasi (sideways) sembari mencerna shock yang terjadi. Banyak trader dan investor masih dalam mode hati-hati pasca likuidasi massal kemarin, sehingga kenaikan lanjutan mungkin terbatas dalam beberapa hari atau minggu ke depan hingga kepercayaan pulih kembali.
“Meski demikian, fundamental jangka menengah-panjang untuk koin-koin utama tetap positif, apalagi setelah banyak leverage “tercuci” keluar dari sistem, crash ini telah mereset pasar dan mengurangi ekses spekulasi yang bisa membuka jalan bagi kenaikan yang lebih berkelanjutan kedepannya,” ujar Fyqieh.
Ia menyabut, setelah terjun dari US$ 125.000 ke hampir US$ 102.000 saat crash, Bitcoin berhasil bertahan di atas zona support psikologis US$ 100.000 (level penting yang sempat diuji lalu memantul). Saat ini BTC bergerak di kisaran US$ 108-115 ribu secara teknikal muncul pola “golden cross” yang menandakan potensi tren naik baru jika BTC mampu menembus resistance tersebut.
“Selama level US$ 108.000-110.000 terjaga, struktur bull market Bitcoin dianggap masih intact, apalagi sejumlah institusi dan whale dikabarkan mulai akumulasi di rentang US$ 105.000-110.000 pasca dip kemarin (melihat level itu sebagai harga murah),” katanya.
Sebagai aset kripto terbesar kedua, ETH mengikuti pergerakan BTC dengan volatilitas sedikit lebih tinggi. Saat crash, Ethereum jatuh hampir 18% (dari >US$ 4.570 ke US$ 3.450 di titik terendah) sebelum pulih ke sekitar US$ 4.200 (masih turun ~13% dari harga sebelum crash). Level support utama ~US$ 3.500 terbukti bertahan pada guncangan kemarin, dan kini ETH telah stabil kembali di atas US$ 4.100 dengan target resistance berikutnya di sekitar US$ 4.500.
Koin native ekosistem Binance ini relatif lebih tangguh di tengah gejolak kemarin.Hal ini mengindikasikan sebagian investor memilih bertahan di BNB (mungkin melihatnya sebagai aset utilitas exchange yang lebih stabil) selama kepanikan. BNB kemudian rebound sekitar +14% pasca meredanya sentimen negatif.
“Ke depan, pergerakan BNB kemungkinan akan seirama dengan tren pasar secara umum, selama aktivitas trading di platform Binance tetap tinggi dan kepercayaan pada exchange terjaga, BNB dapat bergerak stabil dengan bias positif,” kata Fyqieh.
Baca Juga
Pasar Kripto Mulai Stabil, Meski Awan Ketidakpastian Masih Menggantung
Pelajaran Berharga
Fyqieh menambahkan, kejadian crash mendadak dan rebound cepat di pasar kripto memberi pelajaran penting bagi investor. Pertama, pasar kripto sangat sensitif terhadap sentimen makroekonomi dan geopolitik. Satu pernyataan dari tokoh penting seperti Donald Trump saja bisa memicu kepanikan besar, meski fundamental aset kripto tetap kuat. Karena itu, investor perlu selalu memantau faktor eksternal seperti kebijakan perdagangan, suku bunga, dan arah regulasi global.
Kedua, peristiwa ini menegaskan kembali bahaya penggunaan leverage berlebihan. Saat pasar bergerak ekstrem, posisi ber-leverage tinggi sangat rentan terhadap likuidasi massal seperti yang terjadi pada lebih dari US$ 19 miliar posisi trading minggu lalu. Mengandalkan marjin tanpa manajemen risiko hanya akan memperbesar potensi kerugian.
Terakhir, lanjut Fyqieh bagi investor jangka panjang, koreksi besar justru bisa menjadi peluang akumulasi. Strategi seperti dollar cost averaging (DCA) atau beli bertahap pada aset fundamental seperti Bitcoin dan Ethereum dapat memberikan keuntungan saat pasar pulih. Intinya, disiplin, kesabaran, dan manajemen risiko yang baik tetap menjadi kunci bertahan di pasar kripto yang sangat volatil.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

