IHSG Sepekan Melesat 1,72% hingga Cetak Rekor ATH, Saham Prajogo dan Haji Isam Motor Penggerak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil catatkan penguatan sebanyak 139,55 poin (1,72%) ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.257,85 dalam sepekan ini. Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham.
IHSG berhasil catatkan level ATH dua hari beruntun pekan ini, yaitu Kamis dan Jumat. Sejalan dengan kenaikan IHSG, kapitalisasi pasar (market cap) BEI menguat ke level tertinggi baru menjadi Rp 15.560 triliun. Rata-rata nilai transakasi juga meningkat menjadi Rp 29,14 triliun pekan ini, dibandingkan pekan sebelumnya senilai Rp 25,02 triliun.
Baca Juga
Esta Multi Usaha (ESTA) Bakal Diakuisisi, Tahap Diskusi dengan Investor Potensial Berlangsung
Kenaikan indeks pekan ini ditopang penguatan sebanyak 386 saham yang didominasi kapitalisasi pasar (market cap) besar. Sisanya sebanyak 403 saham mengalami penurunan dan sebanyak 163 saham ditutup stagnan. Sedangkan sektor saham dengan kenaikan paling pesat pekan ini, yaitu sektor transportasi naik 10,32%, sektor energi 6,95%, sektor infrastruktur 6,68%, sektor material dasar 4,16%, dan sektor konsumer non primer 1,66%. Sebaliknya saham sektor keuangan satu-satunya yang turun 1,32%.
10 saham penyumbang utama kenaikan indeks pekan ini hingga cetak rekor tertinggi baru didominasi saham emiten Prajogo Pangestu dan Haji Isam, yaitu saham CUAN dengan kenaikan 51,88%, saham BRPT naik 11,17%, CDIA naik 341%, AMMN naik 6,86%, BREN naik 3,14%, TPIA naik 6,93%, MLPT naik 11,54%, PGUN naik 45,92%, JARR naik 59,53%, dan MDKA naik 11,79%.
Terkait kinerja IHSG BEI di pasar Asean tercatat sebagai bursa dengan kenaikan tertinggi nomor dua setealh bursa saham Vietnam dengan kenaikan 3,16% sepanjang pekan ini. Adapun indeks saham dengan penurunan paling dalam melanda burs saham Filipina sebanyak 1,16% dan indeks bursa Malaysia turun 0,78%.
Net Sell Saham
Sementara itu, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 3,21 triliun pekan ini, berbanding terbalik dibandingkan pekan sebelumnya dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 3,10 triliun. Namun net buy saham pekan ini didominasi adanya crossing saham bernilai jumbo.
Baca Juga
Perang Dagang Kembali Memanas, Trump Ancam Naikkan Tarif Besar-Besaran pada China
Penyumbang utama net buy datang dari adanya crossing saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) senilai Rp 5,01 triliun di pasar negosiasi. Pengendali melepas sejumlah saham dengan tujuan untuk menambah free float menjelang pelaksanaan penerbitan atau rights issue saham bernilai jumbo. Dana akan digunakan PANI untuk menambah saham di CBDK.
Tanpa adanya crossing saham PANI, pemodal asing justru mencatatkan net sell bernilai Rp 1,33 triliun di pasar regular. Net sell terbesar masih didominasi saham bank, seperti BBCA senilai Rp 1,36 triliun, BBRI mencapai Rp 1,26 triliun, BMRI mencapai Rp 475,52 miliar, EMTK senilai Rp 323,01 miliar, dan BBNI senilai Rp 310,54 miliar.
Sedangkan lima saham dengan torehan net buy terbanyak di pasar regular, yaitu saham CUAN mencapai Rp 736,08 miliar, CDIA mencapai Rp 536,82 miliar, WIFI senilai Rp 445,91 miliar, BRPT mencapai Rp 396,40 miliar, ASII senilai Rp 226,06 miliar, dan BRMS sebanyak Rp 207,67 miliar.

