Perang Dagang Kembali Memanas, Trump Ancam Naikkan Tarif Besar-Besaran pada China
Poin Penting
• Presiden Donald Trump ancam "kenaikan tarif besar-besaran" terhadap produk-produk Tiongkok yang diimpor ke AS.
• Trump mempersoalkan kontrol ekspor yang diberlakukan Tiongkok terhadap logam tanah jarang dari negara tersebut.
• Trump juga mengancam akan membatalkan pertemuannya yang akan datang dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping karena perselisihan tersebut.
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan “kenaikan besar-besaran tarif” terhadap produk-produk China yang diimpor ke Amerika Serikat untuk “menandingi secara finansial” kontrol ekspor baru yang diberlakukan China atas logam tanah jarang (rare earth) dari negara tersebut.
Baca Juga
Trump Tunda Lagi Keputusan Soal TikTok, Negosiasi AS dan China Masih Alot
Trump juga mengancam melalui unggahan di media sosial untuk membatalkan pertemuannya yang akan datang dengan Presiden China Xi Jinping karena sengketa ini.
Pasar saham turun setelah unggahan Trump yang bernada keras di Truth Social tentang China, di mana ia mengatakan bahwa “tidak mungkin negara itu diizinkan untuk menahan Dunia ‘sebagai sandera’” dengan kebijakan logam tanah jarangnya.
China menguasai sekitar 70% pasokan global mineral logam tanah jarang, yang sangat penting bagi industri berteknologi tinggi, termasuk otomotif, pertahanan, dan semikonduktor.
“Salah satu kebijakan yang sedang kami hitung saat ini adalah kenaikan besar-besaran tarif terhadap produk-produk China yang masuk ke Amerika SerikatAda banyak tindakan balasan lain yang juga sedang dipertimbangkan secara serius. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” tulis Trump, dikutip dari CNBC, Sabtu (11/10/2025).
Kementerian Perdagangan China pada hari Kamis mengatakan bahwa entitas asing kini harus memperoleh izin untuk mengekspor produk yang mengandung lebih dari 0,1% logam tanah jarang yang bersumber dari negara itu, atau yang diproduksi menggunakan teknologi ekstraksi, pemurnian, pembuatan magnet, atau daur ulang milik China.
Aturan baru untuk ekspor logam tanah jarang tersebut akan mulai berlaku pada 1 Desember.
Baca Juga
AS-China Gelar Perundingan di Madrid, TikTok dan Minyak Rusia Jadi ‘Topik Panas’
“Beberapa hal yang sangat aneh sedang terjadi di China!” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.
“Mereka menjadi sangat bermusuhan, dan mengirim surat ke negara-negara di seluruh dunia bahwa mereka ingin memberlakukan kontrol ekspor pada setiap elemen produksi yang berkaitan dengan logam tanah jarang, dan hampir semua hal lain yang bisa mereka pikirkan, bahkan jika itu tidak diproduksi di China,” tulis Trump.
Presiden mengatakan ia belum berbicara dengan Xi mengenai masalah ini “karena tidak ada alasan untuk melakukannya.”
“Ini adalah kejutan besar, tidak hanya bagi saya, tetapi bagi semua pemimpin Dunia Bebas. Saya seharusnya bertemu dengan Presiden Xi dalam dua minggu di APEC, di Korea Selatan, tetapi sekarang tampaknya tidak ada alasan untuk melakukannya,” tulis Trump, merujuk pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik.
Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah dihubungi oleh negara-negara lain yang “sangat marah atas permusuhan besar dalam perdagangan ini, yang muncul entah dari mana.”
“Hubungan kami dengan China selama enam bulan terakhir sangat baik, sehingga langkah perdagangan ini menjadi semakin mengejutkan,” tulisnya.

