Bagikan

Esta Multi Usaha (ESTA) Bakal Diakuisisi, Diskusi dengan Investor Potensial Digelar

Poin Penting

ESTA diskusi awal akuisisi dengan investor prospektif
Belum ada perjanjian final, masih tahap negosiasi
Saham ESTA melonjak 190% dan disuspensi BEI

JAKARTA, investortrust.id – PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) mengonfirmasi potensi akuisisi saham oleh pihak prospektif. Tahap awal diskusi antara pemegang saham pengendali dengan calon pembeli saham ESTA sedang berlangsung. Sedangkan transaksi saham ESTA kini tengah disuspensi dipicu atas kenaikan signifikan lebih dari 190% dalam sebulan terakhir.

Meski sudah memasuki tahapan diskusi awa, manajemen menegaskan belum ada perjanjian yang bersifat mengikat antara para pihak. Selain itu, pembicaraan masih terikat kerahasiaan sebagaimana disepakati dalam proses negosiasi, sehingga belum bisa disampaikan calon pembeli.

Baca Juga

Wall Street Ambruk Gegara Ancaman Tarif Trump terhadap China, Dow Ambles Hampir 900 Poin

“Perseroan saat ini sedang berdiskusi mengenai potensi akuisisi saham. Namun belum terdapat kesepakatan final atau perjanjian yang mengikat,” tulis Direktur Esta Multi Usaha (ESTA) Andaru Surya Gautama, dalam keterangan resmi melaui Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Dia melanjutkan bahwa ESTA memastikan akan mematuhi ketentuan yang berlaku, apabila proses akuisisi berlanjut. Perseroan juga berkomitmen untuk segera melakukan keterbukaan informasi kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal.

“Setiap perkembangan yang bersifat material akan segera kami sampaikan kepada masyarakat dan pemegang saham,” tambah Andaru.

Berdasarkan data registrasi pemegang saham, PT Esta Utama tercatat sebagai pengendali dengan menggenggam sebanyak 68,77% saham ESTAdan dikuasai perusahaan affiliasi PT Esta Dana dengan jumlah 2,65% saham. Sisanya dikuasai JPMCB Na sebanyak 19,69% dan masyarakat 8,87%.

Baca Juga

Perang Dagang Kembali Memanas, Trump Ancam Naikkan Tarif Besar-Besaran pada China

Terkait kinerja keuangan, ESTA mencatatkan penurunan tipis pendapatan dari Rp 22,39 miliar menjadi Rp 22,13 miliar. Laba kotor juga turun dari Rp 13,23 miliar menjadi Rp 12,56 miliar. Penurunan memicu rugi brsih perseroan naik dari Rp 2,36 miliar menjadi Rp 4,93 miliar.

Sedangkan harga saham ESTA telah mengalami lompatan harga lebih dari 190% menjadi Rp 206 dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham ESTA sudah terkena suspense perdagangan saham sebanyak dua kali dalam sepekan terakhir.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024