IHSG Berbalik Menguat ke 7.307, Saham Prajogo Pangestu Jadi Motor Penggerak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/4/2026), ditutup berbalik menguat sebanyak 28,38 poin (0,39%) menjadi 7.307. Rentang pergerakan 7.191-7.308 dengan nilai transaksi hampir Rp 15,40 triliun.
IHSG menguat berbanding terbali dengan pasar saham Asia yang ditutup melemah. Penguatan tersebut terdorong kenaikan tersebut saham big cap yang didominasi emiten Prajogo Pangestu. Di antaranya, seperti TPIA naik 16,07% menjadi Rp 5.200, BREN naik 14% menjadi Rp 5.700, BRPT naik 5,10% menjadi Rp 1.855, dan CUAN menguat 3,25% menjadi Rp 1.270. Kenaikan juga didukung saham DSSA melesat 16,42% menjadi Rp 3.120 dan BYAN menguat 6,52% menjadi Rp 11.850.
Kenaikan juga ditopang lompatan saham sektor consumer primer 1,99%, sektor energi 1,82%, sektor infrastruktur 0,58%, sektor material dasar 0,28%, dan sektor teknologi 0,17%. Sebaliknya penurunan melanda saham keuangan, consumer non primer, kesehatan, dan industry.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan RI Bukan Lagi Raksasa Tidur, Bakal Buat Kejutan untuk Dunia
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham beriktu catatkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), PEGE melesat 34,71% menjadi Rp 163, HDFA naik 34,07% menjadi Rp 122, ASPI naik 25% menjadi Rp 380, saham TRUK naik 24,66% menjadi Rp 364, APIC naik 24,78% menjadi Rp 1.410, dan MSIN naik 24,74% menjadi Rp 1.185.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 308 poin (4,42%) menjadi 7.279 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 632,87 miliar oleh investor asing. Net buy terbanyak disumbangkan BBNI sebanyak Rp 142,80 miliar, AADI mencapai Rp 142,54 miliar, dan BRMS senilai Rp 96,09 miliar.
Kenaikan IHSG tersebut sejalan dengan penguatan signifikan seluruh indeks pasar saham Asia setelah gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu disepakati. Gencatan senjata juga disertai dengan pembukaan selat Hormuz yang langsung direspons penurunan drastic harga minya dunia hari ini.
Baca Juga
Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi, Dunia Usaha Butuh Ketenangan dan Kepastian
Kenaikan pesat tersebut sejalan dengan lompatan harga seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar melambung 8,79%, sektor infrastruktur 6,27%, sektor industry 6,06%, sektor consumer primer 4,39%, sektor teknologi 4,19%, dan sektor keuangan 2,63%.
Lompatan indeks tersebut juga ditopang penguatan harga saham emiten big cap, seperti BBCA, BREN, BBRI, BYAN, AMMN, DSSA, TPIA, BMRI, hingga BRPT. Lompatan juga melanda saham ASII, BBNI, EMAS, dan sejumlah saham kapitalisasi pasar bernilai jumbo lainnya.

