Saham MLPT Tembus 10 Besar Market Cap BEI, Kakayaan Mochtar Riady Melambung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Multipolar Technology (MLPT), emiten yang dikendalikan Lippo Group, merangsek masuk dalam daftar top 10 market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan intraday sesi I, Selasa (7/10/2025). Meski saham ini masih ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanis perdagangan full call auction (FCA).
Berdasarkan data BEI, MLPT kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) urutan 9 terbesar di BEI ditopang berlanjutnya kenaikan harganya. Market cap MLPT hari ini mencapai Rp 406,73 triliun menyalip emiten besar lainnya, seperti peringkat 10 PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 395,46 triliun, peringkat 11 PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 386,23 triliun, dan peringkat 12 PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 299,16 triliun.
Baca Juga
Usai Saham Multipolar Technology (MLPT) Terbang 1.877% Setahun, Manajemen Siapkan Aksi Korporasi Ini
Adapun pada perdagangan hari ini, saham MLPT kembali catatkan penguatan auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 19.700 (9,99%) ke level tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) Rp 216.925. MLPT kini menjadi saham dengan harga tertinggi kedua setelah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) senilai Rp 284.450.
Data Tradingview mengungkapkan bahwa saham emiten yang dikendalikan Lippo Group melalui PT Multipolar Tbk (MLPL) ini telah berhasil catatkan kenaikan harga fantastis lebih dari 1.019% sepanjang year to date (ytd) 2025 dan mencapai 178,38% dalam sebulan terakhir. Adapun kenaikan harga dalam setahun terakhir mencapai 4.327% dan mencapai 36.054% dalam lima tahun terakhir.
Kenaikan harga tersbeut menjadikan kekayaan Mochtar Riady & Family selaku pendiri dan pemilik Lippo Group melesat menjadi US$ 7,9 miliar. Mochtar kini menduduki peringkat sembil terkaya di Indonesia setelah Sri Prakash Lohia, peringkat delapan, dengan kekayaan US$ 8,8 miliar.
Baca Juga
Mochtar Riady bersaing dengan sejumlah konglomerasi lainnya yang memiliki emiten dengan market cap jumbo di BEI, seperti Prajogo Pangestu melalui Barito Group, keluarga Hartono melalu Djarum Group, grup Sinarmas melalui saham DSSA, Low Tuck Kwong melalui Bayan, Otto Toto Sugiri melalui DCII, dan emiten BUMN melalui BBRI dan BMRI.
Terkait kinerja keuangan, MLPT mencetak kenaikan pendapatan menjadi Rp 1,68 triliun hingga semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,63 triliun. Sebaliknya laba usaha turun dari Rp 150,60 miliar menjadi Rp 142,52 miliar. Laba bersih periode berjalan yang dapat ditarbusikan kepada pemilik entitas induk juga anjlok dari Rp 239,66 miliar menjadi Rp 104,54 miliar.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), MLPT tercatat sebagai saham dengan lompatan harga paling pesat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data kenaikan harga saham MLPT telah lebih dari 33.770% menjadi Rp 197.225 dalam lima tahun terakhir. Sedangkan kenaikan harga dalam satu tahun terakhir mencapai 3.925% dan kenaikan year to date (ytd) 2025 lebih dari 917%.
Profil MLPT
Multipolar Technology (MLPT) merupakan anak usaha PT Multipolra Tbk (MLPL) dengan kepemilikan 84,95% saham atau dikendalikan langsung konglomerasi Lippo Group. MLPT telah menjadi perusahaan system integrator terkemuka di Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam perencanaan, perancangan, dan pengembangan teknologi digital inovatif dan transformasi bisnis. Multipolar Technology menyediakan layanan dan solusi TI kompehensif yang mampu mendorong keunggulan kompetitif pelanggannya.
Baca Juga
IHSG Dibuka Melesat ke Level Tertinggi Baru 8.182, Saham CBRE hingga TINS Berjaya
Perseroan terus mengembangangkan keahlian dan keterampilan dengan mengadopsi teknologi terkini, mulai dari infrastruktur, integrasi sistem, solusi bisnis, managed services, hingga layanan pengelolaan data center. Perseroan memperkuat sinergi dengan anak usaha, seperti PT Visionet Data Internasional atau VisioNet (VDI) yang berfokus di digital IT managed services, PT Digital Daya Teknologi (DDT) yang berfokus di transformasi digital perbankan, PT Digital Data Venture (DDV) yang berfokus di big data services, dan PT Teknologi Pamadya Analitika (TPA) atau Meditap yang berfokus di infrastruktur teknologi kesehatan.
MLPT juga menyebutkan telah bermitra dengan perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia, seperti Cisco, Cloudera, Dell, F5, Google, HPE, Huawei, IBM, Lenovo, Microsoft, NCR, Nutanix, Oracle, Palo Alto, Red Hat, dan VMware, serta dengan pelanggan yang meliputi bank BUKU 4 dan bank-bank swasta ternama, perusahaan telekomunikasi terkemuka, serta berbagai perusahaan terdepan di industri keuangan, pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, migas, ritel, dan manufaktur.

