Soal Kebijakan Purbaya, James Riady: “Move yang Bagus”
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bos Lippo Group James Riady mengapresiasi langkah pemerintah yang menempatkan dana Rp 200 triliun ke enam bank pemerintah. Langkah itu disebut sebagai suatu gebrakan yang bagus bagi industri.
"Saya kira itu sesuatu move yang cukup bagus, yang mengejutkan tetapi bagus," kata James kepada investortrust.id , saat ditemui di Hotel Arya Duta, Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Menurut James, penempatan dana itu penting karena kondisi pendanaan yang seret di pasar. Selain itu, suntikan dana pemerintah itu juga diharapkan dapat menurunkan suku bunga Bank Indonesia (BI).
"Jadi suntikan ke pasar ini akan mampu untuk memberikan ruang perbankan untuk menunjang kegiatan ekonomi yang lebih lanjut," ujar dia.
James tak mengkhawatirkan terjadinya moral hazard dalam proses suntikan dana ini. Dia yakin sistem perbankan Tanah Air begitu kokoh dan memiliki tata kelola yang mumpuni.
"Sistem perbankan kan sudah memiliki governance dan suatu sistem yang cukup baik," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan menandatangani pemindahan dana sebesar Rp 200 triliun dari rekening pemerintah di Bank Indonesia (BI) ke rekening pemerintah di enam bank milik pemerintah, yaitu empat bank Himbara dan dua bank syariah.
“Harusnya cepat. Malam ini saya tanda tangan, besok sudah masuk ke bank-bank itu,” kata Purbaya ditemui di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Baca Juga
Saham Bank BUMN Menguat Usai Purbaya Pastikan Rp 200 Triliun Masuk Perbankan
Meski demikian, eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu tak menjelaskan porsi penempatan dana itu di perbankan.
Untuk memastikan dana penempatan pemerintah tak dibelikan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Purbaya mengatakan telah berbicara ke pihak perbankan secara langsung.
Purbaya akan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dana tersebut ke pihak perbankan. “Suka-suka banknya. Yang penting kan kita likuiditas masuk ke sistem,” kata dia.
Baca Juga
Soal Menkeu Mau Guyur Rp 200 T ke Perbankan, Menperin: Angin Segar Bagi Manufaktur

