Pendiri Telegram Akui Dapat Kebebasan Finansial dengan Bitcoin
JAKARTA, investortrust.id - Pendiri sekaligus CEO Telegram Pavel Durov mengungkapkan bagaimana investasi awalnya di Bitcoin menjadi penopang utama kehidupannya saat ini. Menurutnya, Bitcoin bukan sekadar aset digital, tapi simbol kebebasan finansial yang sejalan dengan nilai-nilai pribadinya.
Ia mengingat kembali saat membeli beberapa ribut Bitcoin pada tahun 2013 ketika harganya masih sekitar US$ 700 per koin. Saat itu, Bitcoin masih dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Tapi ketika harga anjlok di bawah US$ 200, Durov memilih untuk tak menjualnya,
“Saya tidak peduli. Saya tidak akan menjualnya. Saya percaya pada hal ini,” ujar Durov, dilansir dari CryptoNewsFlash, Senin (5/10/2025).
Baca Juga
Bitcoin Cetak ATH di US$ 125.000-an, Buktikan Fenomena Uptober?
Menurutnya, Bitcoin adalah bentuk uang yang tak dapat disita atau disensor oleh siapa pun. Ia menilai Bitcoin sebagai alat tukar paling ideal dan lambang kebebasan ekonomi di era digital.
Menariknya, Durov juga menepis anggapan bahwa kekayaannya berasal dari Telegram. Ia mengakui bahwa aplikasi pesan dengan lebih dari 900 juta pengguna itu justru merupakan operasi yang merugi baginya secara pribadi.
“Sebagian orang berpikir saya bisa hidup nyaman karena menarik uang dari Telegram. Padahal, Telegram adalah bisnis yang merugikan bagi saya. Bitcoin-lah yang membuat saya tetap bisa bertahan,” kata Durov.
Baca Juga
Ia menilai daya tarik utama Bitcoin terletak pada kelangkaan dan sifatnya yang independen dari kendali pemerintah. Ia bahkan memprediksi bahwa harga Bitcoin suatu hari nanti bisa menembus US$ 1 juta per koin.
“Mata uang fiat bisa dicetak tanpa batas, sedangkan suplai Bitcoin terbatas pada 21 juta. Itu sebabnya saya yakin nilainya akan terus naik,” jelasnya.

