IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Pekan Depan, Investor Disarankan Cermati Deretan Saham Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat terbatas sepanjang pekan depan, 6–10 Oktober 2025. Para investor disarankan mencermati sejumlah saham, dengan rekomendasi beli (buy).
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana memperkirakan IHSG bakal menguji level resistance 8.169 dan level support 7.996.
Baca Juga
IHSG Sepekan Sukses Kerek Kenaikan 0,23%, Grup Barito Jadi Penopang
Menurut Hendra, optimisme investor terhadap pasar saham domestik berpotensi menopang penguatan IHSG di tengah tekanan sentimen eksternal, khususnya dari Amerika Serikat (AS).
Negeri Paman Sam tengah berkutat dengan isu government shutdown atau penghentian sementara seluruh operasi pemerintahan karena pemerintah tidak memiliki dana yang sah untuk membiayai kegiatannya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan tertundanya pembayaran gaji pegawai federal sejak 1 Oktober 2025.
“Pergerakan IHSG pekan ini berpotensi menguat, disebabkan oleh optimisme para investor terhadap pasar saham domestik pascasentimen negatif yang datang dari AS terkait government shutdown,” ujar Hendra saat dihubungi investortrust.id, Minggu (5/10/2025).
Baca Juga
ASLI Melonjak 226%, Saham Top Gainers Sepekan Didominasi Emiten Small Cap
Dia menambahkan, meskipun investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) pada pekan lalu sebesar Rp 3,1 triliun, dominasi transaksi tetap terjadi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. “Dalam jangka pendek, prospek pasar saham dinilai masih menarik karena ditopang oleh kinerja positif sejumlah konglomerasi,” jelas dia.
Namun, Hendra mengingatkan adanya potensi tekanan dalam jangka menengah jika aksi jual asing berlanjut pada saham-saham unggulan (blue chips) dengan fundamental kuat.
Dalam laporan mingguan Republik Investor, Hendra Wardana merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk periode 6–10 Oktober 2025, seperti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dengan posisi buy di level Rp 400.
Selanjutnya saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan rekomendasi buy di level Rp 3.140. Kemudian saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direkomendasikan buy dengan target harga Rp 1.835 dan saham PT Pam Mineral Tbk (NICL) buy di level Rp 1.110.

