IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Cermati Saham ERAA, SMGR dan JPFA
JAKARTA, investortrust.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance pada level 7.465– 7.675, Rabu (16/10/2024).
Kendati demikian, Pilarmas menghimbau investor untuk memperhatikan adanya potensi koreksi hari ini. Disampaikan, pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dari luar negeri yaitu China pada akhirnya juga mulai memberlakukan pajak, yang sebelumnya diabaikan oleh mereka terhadap keuntungan investsi di luar negeri.
Hal ini menyebabkan Goldman Sachs Group Inc menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2024 dan 2025 mendatang. Pertumbuhan ekonomi di proyeksi akan tumbuh di 4,9% atau naik dari revisi sebelumnya yaitu di 4,7%.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok 4% Seiring Meredanya Kekhawatiran soal Pasokan Iran
Lebih lanjut, Menteri Keuangan Lan Fo’an mengatakan bahwa dana obligasi khusus pemerintah daerah memberikan stimulus senilai 2,3 triliun Yuan atau US$ 325 miliar. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mengatakan bahwa telah memasukkan juga stimulus terbaru senilai 200 miliar Yuan, dan ini merupakan stimulus untuk menjaga kenaikkan pertumbuhan ekonomi.
“Alhasil, langkah langkah tersebut akan memberikan peningkatan 0.4% padapertumbuhan ekonomi tahun depan,” Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam riset hariannya, Rabu (16/10/2024).
Pilarmas juga mencermati bahwa sentimen dalam negeri juga akan mempengaruhi pergerakan pasar hari ini, seperti Kementerian Investasi/BKPM yang mencatat realisasi investasi sebesar Rp 431,38 triliun pada kuartal III 2024, meningkat 15,24% year on year (yoy) dan 0,72% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Angka ini setara dengan 26,15% dari target investasi Presiden Joko Widodo sebesar Rp 1.650 triliun. Realisasi penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 232,65 triliun, tumbuh 18,55% yoy dan menyumbang 53,92% dari total investasi.
Pada kuartal III-2024, penyerapan tenaga kerja mencapai 650.172 orang. Dengan begitu, selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, realisasi investasi terus meningkat, kecuali pada tahun 2018. Total realisasi investasi selama 10 tahun mencapai Rp 9.117,4 triliun. Penyerapan tenaga kerja juga meningkat, dengan total 13.836.775 orang sejak Oktober 2014 hingga September 2025.
Baca Juga
Pilarmas menilai capaian ini akan terus mengalami tren peningkatan meskipun adanya era kepemimpinan baru. Hal ini tak lepas dari misi keberlanjutan yang telah digaungkan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
“Dengan begitu harapannya beberapa capaian pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo seperti hilirisasi, peningkatan infrastruktur, dan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan berlanjut di pemerintahan selanjutnya,” tutupnya.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
Support: 454
Resistance: 484
Target harga: 482
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
Support: 3.950
Resistance: 4.310
Target harga: 4.300
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Support: 1.540
Resistance: 1.660
Target harga: 1.650

