Tembus 4,8 Juta Ons, Cadangan 'Ore' Merdeka Gold (EMAS) Jauh Lampaui Kompetitor di BEI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Emiten tambang emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan cadangan bijih atau ore terbesar di antara para pesaingnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Cadangan emas yang siap tambang perusahaan ini mencapai 4,8 juta oz, angka yang signifikan melampaui kompetitor di lantai bursa.
Data yang dihimpun Investortrust.id Senin (6/10/2025) dari BEI menunjukkan, cadangan EMAS hampir dua kali lipat dari pesaingnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), yang memiliki cadangan 2,3 juta oz. Sementara PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat cadangan 3,9 juta oz, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan 3,5 juta oz, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) di level 1,5 juta oz.
Baca Juga
Punya Cadangan Emas 7 Juta oz, Merdeka Gold (EMAS) Ungguli Sejumlah Emiten Emas Ini
Bijih emas atau ore adalah batuan atau mineral yang mengandung logam berharga, seperti emas yang dapat diekstraksi secara ekonomis melalui proses penambangan. Besarnya cadangan bijih menjadi indikator fundamental penting bagi masa depan dan nilai sebuah perusahaan tambang, karena menggambarkan "aset di dalam tanah" yang siap dikonversi menjadi pendapatan.
Keunggulan EMAS dalam hal cadangan ini juga terlihat ketika membandingkan total sumber daya, yang mencakup cadangan ditambah potensi material yang masih dalam tahap eksplorasi lebih lanjut.
Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas yang diterbitkan pada 16 September 2025, EMAS memimpin dengan total sumber daya sebesar 7,0 juta oz, diikuti PSAB (6,1 juta oz), ARCI (5,5 juta oz), BRMS (4,2 juta oz), dan INDY (2,3 juta oz).
Dengan kepemilikan cadangan ore terbesar, fundamental EMAS dinilai sangat kuat untuk jangka panjang. Besarnya cadangan memberikan jaminan operasi penambangan dalam waktu yang lebih lama dan fondasi kokoh untuk ekspansi produksi di masa depan.
Secara teori, perusahaan dengan cadangan tertinggi seharusnya memiliki nilai wajar yang lebih premium. Faktor-faktor lain, seperti biaya produksi, efisiensi pengolahan, kebijakan pemerintah, dan harga komoditas emas global memang turut mempengaruhi performa saham. Namun, posisi EMAS sebagai pemegang cadangan bijih emas terbesar di bursa memberikan sinyal confidence yang kuat bagi investor yang berorientasi pada nilai dan pertumbuhan jangka panjang.
Baca Juga
Harga Wajar Saham Merdeka Gold (EMAS) Rp 7.900! Begini Perhitungannya
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/10/2025), Merdeka Gold (EMAS) merupakan perusahaan penambangan emas dengan kapitalisasi pasar (market cap) nomor tiga terbesar dengan nilai Rp 73 triliun. Market cap EMAS masih berada di bawah PT Amman Mineral Intenational (AMMN) Rp 504 triliun dan BRMS senilai Rp 138 triliun. EMAS mengungguli market cap ARCI bernilai Rp 26 triliun, PSAB mencapai Rp 15,3 triliun, dan INDY senilai Rp 12,4 triliun.
Target Harga
EMAS listing di BEI sejak Rabu (24/9/2025) dengan harga perdana Rp 2.880. Harga perdana ini ditetapkan sebagai harga konservatif, dibandingkan dengan net present value (NPV) senilai Rp 127 triliun atau setara dengan harga wajar Rp 7.900 per saham.
Hingga perdangangan Senin sore pukul 15.20 WIB, saham EMAS di posisi Rp 4.530 atau turun Rp 10 (0,22%) dari hari sebelumnya.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Wahyu Tri Laksono mengatakan, harga saham EMAS cenderung bergerak bullish dalam jangka menengah dengan peluang menembus level Rp 5.000. Arah ini diperkirakan tercapai setelah saham EMAS melewati fase konsolidasi pasca-IPO dalam jangka pendek.
“Tren jangka menengah diperkirakan bullish dengan target di atas harga IPO, didukung prospek fundamental yang solid. Target Rp 5.000 dalam medium term masih terbuka,” jelasnya.
Baca Juga
Beberapa katalis bullish saham EMAS, antara lain sentimen positif IPO, di mana saham ini langsung melesat 25% pada debut perdananya. Hal tersebut dinilai menunjukkan tingginya antusiasme pasar dan dapat menciptakan momentum penguatan dalam jangka pendek.
Selain itu, Proyek Emas Pani menjadi pendorong utama karena target produksi yang besar. Perkembangan proyek, termasuk dimulainya produksi, diyakini akan menjadi katalis positif harga saham. Pergerakan saham EMAS juga memiliki korelasi kuat dengan harga emas global. Jika harga emas naik, saham EMAS berpotensi ikut terdorong.
EMAS pada 1 Oktober 2025 mengumumkan penambangan pertama (first mining) di Proyek Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Kegiatan ini menandai fase operasi penambangan setelah tahap pengupasan lapisan tanah (overburden stripping) berhasil diselesaikan.
Proyek Emas Pani dikenal sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan cadangan lebih dari 7 juta ounces emas dan umur tambang jangka panjang. Pada tahap awal, perseroan mengadopsi metode heap leach dengan kapasitas pengolahan 7 juta ton bijih per tahun yang berpotensi menghasilkan sekitar 140.000 ounces emas per tahun.
Presiden Direktur EMAS Boyke P. Abidin menekankan bahwa produksi perdana menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan. “Dimulainya first mining adalah momen penting bagi EMAS dan semua pemangku kepentingan. Fase Operasi Tambang Emas Pani menjadi langkah awal yang dalam waktu dekat akan berlanjut ke tahap pelindihan (heap leach), pengolahan, hingga produksi emas perdana,” kata Boyke.
Baca Juga
Trimegah Sekuritas selaku underwriter IPO saham EMAS menyebutkan bahwa harga wajar saham Merdeka Gold (EMAS) mencapai Rp 7.900. Sedangakn target harga saham EMAS Rp 5.800 dengan rekomendasi beli. Target tersebut didukung cadangan posisinya sebagai perusahaan penambangan emas dengan sumber daya terbesar ketiga di Indonesia, biaya penambangan tergolong murah, target produksi sebanyak 495 ribu oz (troy ounce) per tahun, dan tren penguatan harga emas dunia.
Trimegah menyebutkan bahwa Merdeka Gold (EMAS) merupakan perusahaan pertambangan emas dengan total sumber daya emas sebesar 7,0 juta oz (troy ounce). Dengan sumber daya tersebut, EMAS tercatat sebagai perusahaan pertambangan emas dengan sumber daya terbesar nomor tiga di Indonesia. Biaya penambangan (cast cost) EMAS tergolong efisien, yakni mencapai US$ 1.200 per oz atau lebih rendah dibandingkan dengan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) berkisar US$ 1.881 per oz.

