Saham EMAS Melonjak Dekati ARA Usai First Mining Proyek Pani, Prospek Bullish hingga Rp 5.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id– Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dibuka melesat hingga mendekati auto reject atas (ARA) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/10/2025). Bahkan, saham EMAS sempat sentuh level tertinggi baru sepanjang masa Rp 4.950.
Berdasarkan data perdagangan saham, saham emiten yang listing di BEI pada 24 September ini dibuka menguat ke Rp 4.010 dan sempat tembus rekor harga tertinggi sepanajang masa (all time high/ATH) Rp 4.750. Hingga pukul 10.22 WIB, saham EMAS catatkan telah menguat lebih dari 23% menjadi Rp 4.950, sehingga market cap (kapitalisasi pasar) sahamnya lebih dari Rp 80 triliun.
Baca Juga
Proyek Emas Pani Resmi Beroperasi, EMAS Targetkan 500.000 Ounces Emas per Tahun
Lompatan harga tersebut didukung pengumuman resmi manajemen EMAS bahwa penambangan pertama (first mining) di Proyek Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, telah dimulai per Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini menandai fase operasi penambangan setelah tahap pengupasan lapisan tanah (overburden stripping) berhasil diselesaikan.
Proyek Emas Pani dikenal sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan cadangan lebih dari 7 juta ounces emas dan umur tambang jangka panjang. Pada tahap awal, perseroan mengadopsi metode heap leach dengan kapasitas pengolahan 7 juta ton bijih per tahun yang berpotensi menghasilkan sekitar 140.000 ounces emas per tahun.
Presiden Direktur EMAS Boyke P. Abidin menekankan bahwa produksi perdana menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan. “Dimulainya first mining adalah momen penting bagi EMAS dan semua pemangku kepentingan. Fase Operasi Tambang Emas Pani menjadi langkah awal yang dalam waktu dekat akan berlanjut ke tahap pelindihan (heap leach), pengolahan, hingga produksi emas perdana,” kata Boyke.
EMAS, merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Rabu (24/9/2025) dengan harga perdana Rp 2.880. Harga perdana ini ditetapkan sebagai harga konservatif, dibandingkan dengan NPV senilai Rp 127 triliun atau setara dengan harga wajar Rp 7.900 per saham.
Target Harga
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Wahyu Tri Laksono mengatakan, harga saham EMAS cenderung bergerak bullish dalam jangka menengah dengan peluang menembus level Rp 5.000. Arah ini diperkirakan tercapai setelah saham EMAS melewati fase konsolidasi pasca-IPO dalam jangka pendek.
“Tren jangka menengah diperkirakan bullish dengan target di atas harga IPO, didukung prospek fundamental yang solid. Target Rp 5.000 dalam medium term masih terbuka,” jelasnya.
Baca Juga
Beberapa katalis bullish saham EMAS antara lain sentimen positif IPO, di mana saham ini langsung melesat 25% pada debut perdananya. Hal tersebut dinilai menunjukkan tingginya antusiasme pasar dan dapat menciptakan momentum penguatan dalam jangka pendek.
Selain itu, Proyek Emas Pani menjadi pendorong utama karena target produksi yang besar. Perkembangan proyek, termasuk dimulainya produksi, diyakini akan menjadi katalis positif harga saham. Pergerakan saham EMAS juga memiliki korelasi kuat dengan harga emas global. Jika harga emas naik, saham EMAS berpotensi ikut terdorong.
Trimegah Sekuritas selaku underwriter IPO saham EMAS menyebutkan bahwa harga wajar saham Merdeka Gold (EMAS) mencapai Rp 7.900. Sedangakn target harga saham EMAS Rp 5.800 dengan rekomendasi beli. Target tersebut didukung cadangan posisinya sebagai perusahaan penambangan emas dengan sumber daya terbesar ketiga di Indonesia, biaya penambangan tergolong murah, target produksi sebanyak 495 ribu oz (troy ounce) per tahun, dan tren penguatan harga emas dunia.
Trimegah menyebutkan bahwa Merdeka Gold (EMAS) merupakan perusahaan pertambangan emas dengan total sumber daya emas sebesar 7,0 juta oz (troy ounce). Dengan sumber daya tersebut, EMAS tercatat sebagai perusahaan pertambangan emas dengan sumber daya terbesar nomor tiga di Indonesia. Biaya penambangan (cast cost) EMAS tergolong efisien, yakni mencapai US$ 1.200 per oz atau lebih rendah dibandingkan dengan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) berkisar US$ 1.881 per oz.

