SEC Setujui Hashdex Nasdaq Crypto Index US ETF, Bisa Tampung XRP hingga Solana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Amerika Serikat (AS) kembali melangkah lebih jauh dalam adopsi aset kripto melalui instrumen pasar modal. Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission/SEC) resmi menyetujui Hashdex Nasdaq Crypto Index US exchange traded fund (ETF) untuk diperdagangkan di bursa, setelah sebelumnya memberikan lampu hijau bagi Grayscale’s Digital Large Cap Fund (GDLC).
Melansir CryptoNewsFlash, Sleasa (30/9/2025), dalam dokumen resminya SEC menyebut struktur ETF Hashdex telah diperbarui agar sesuai dengan standar pencatatan generik yang baru, meski tanpa perubahan pada dokumen keuangan maupun tahun fiskalnya. Aturan baru ini memungkinkan ETF mencakup lebih dari sekadar Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Dengan demikian, Hashdex dapat menampung aset lain seperti XRP, Solana (SOL), Cardano (ADA), Chainlink (LINK), hingga Stellar Lumen (XLM).
Berdasarkan laporan, saat ini XRP menempati porsi 7,11% dari portofolio Hashdex, dengan lebih dari 3,5 juta lembar saham terkait. Solana mengisi sekitar 4,19%, sementara Stellar Lumen (XLM) tercatat sebesar 0,34%.
Baca Juga
9 Bulan Beruntun, XRP Kalahkan Emas dan Saham di Pasar Thailand
Tahun lalu, SEC telah memberi izin bagi Franklin Templeton dan Hashdex untuk meluncurkan indeks ETF berbasis Bitcoin dan Ethereum. Franklin Templeton Crypto Index ETF diperdagangkan di Cboe BZX Exchange, sedangkan Hashdex Nasdaq Crypto Index US ETF masuk di Nasdaq Stock Market.
Pada Maret 2025, Hashdex mengajukan amandemen untuk menambahkan aset kripto lain ke dalam ETF-nya. Permohonan itu diproses melalui mekanisme generic listing standard, sehingga persetujuannya dapat lebih cepat.
Berdasarkan standar terbaru, SEC tidak lagi meninjau setiap produk ETF secara kasus per kasus. Keputusan bisa keluar dalam waktu 75 hari, lebih singkat dari aturan lama yang memakan waktu hingga 270 hari. Hal ini membuka jalan bagi lebih banyak ETF kripto untuk masuk pasar dalam waktu dekat.
Baca Juga
Konversi ETF Bitwise Disetujui tapi Langsung Ditangguhkan, SEC Dinilai Lakukan “Manuver Aneh”
CEO Bitwise, Teddy Fusaro, menyebut aturan ini memang sudah lama diantisipasi oleh pelaku industri. Sementara pendiri Canary Capital Group, Steven McClurg, menilai banyak perusahaan akan segera mengajukan permohonan ke SEC.
“Kami sudah punya belasan pengajuan ke SEC, dan jumlahnya akan terus bertambah. Industri sedang bersiap menghadapi gelombang peluncuran ETF,” ujarnya.
Menurut pengacara DGIM Law, Jonathan Groth, lonjakan aplikasi ETF bisa terlihat mulai kuartal IV 2025. Oktober mendatang, SEC dijadwalkan memberi keputusan atas sejumlah ETF spot. Sebelumnya, SEC juga telah menyetujui ETF berbasis XRP dan Dogecoin di bawah aturan Investment Company Act of 1940.
Di sisi lain, Tuttle Capital turut memanfaatkan momentum dengan mengajukan produk baru, antara lain Bonk Income Blast ETF, Litecoin Income Blast ETF, dan Sui Income Blast ETF.

