SEC Setujui 21Shares ETF Solana, Bagaimana Prospek Harganya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Sekuritas dan Bursa AS (United States Securities and Exchange Commission/SEC) resmi menyetujui Formulir 8-A untuk 21Shares Solana Spot ETF, menjadikannya ETF Solana pertama yang resmi terdaftar di Bursa Efek Cboe BZX. Persetujuan ini memicu sentimen bullish besar di pasar, dengan para investor dan analis kini menatap satu pertanyaan besar apakah SOL siap menembus US$ 300 atau setara Rp 4,9 juta (kurs Rp 16.571 per dolar AS) per koin?
Pada perdagangan akhir pekan, Minggu (19/10/2025) pagi waktu Asia, aset kripto Solana (SOL) kembali menunjukkan performa positif di tengah euforia pasar pasca disetujuinya ETF Solana oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Berdasarkan data CoinMarketCap, SOL terpantau naik 1,55% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 185,69 atau sekitar Rp 3 juta per koin.
Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar Solana menembus US$ 101,56 miliar, meningkat 1,57% dibandingkan hari sebelumnya. Volume perdagangan harian tercatat US$ 4,02 miliar, meski turun 60,71%, menandakan aktivitas profit taking oleh sebagian investor.
Secara teknikal, pergerakan harga SOL masih berada dalam tren naik jangka menengah dengan level support kuat di kisaran US$ 182 dan resistensi di US$ 188. Total suplai SOL mencapai 612,14 juta token, dengan sirkulasi sebanyak 546,95 juta token di pasar.
Adapun, ETF Solana dari 21Shares kini memiliki izin penuh untuk diperdagangkan, menandai tonggak penting bagi adopsi institusional Solana. Meskipun peninjauan atas dokumen S-1 sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintah AS, 21Shares menjadi satu-satunya penerbit yang telah menyelesaikan semua persyaratan utama, termasuk pendaftaran Formulir 8-A dan izin bursa.
Sementara itu, Polymarket menunjukkan peluang 99% bahwa ETF Solana akan disetujui sepenuhnya sebelum akhir 2025. Data ini diperkuat dengan akumulasi besar-besaran SOL oleh perusahaan treasury aset digital (DAT), yang mencapai US$ 2 miliar pada September, melonjak 230% hanya dalam sebulan.
Melansir Tokonews, Minggu (19/10/2025), CEO NoOnes Ray Youssef menyebut bahwa entitas seperti Forward Industries dan Helius berperan penting dalam dorongan ini, menegaskan bahwa Solana kini berada di “titik perubahan besar” menuju status aset kripto terbesar ketiga di dunia setelah Bitcoin dan Ethereum.
Baca Juga
SEC Setujui Hashdex Nasdaq Crypto Index US ETF, Bisa Tampung XRP hingga Solana
Menariknya, ETF Solana spot pertama di dunia sudah diluncurkan di Hong Kong oleh ChinaAMC (HK) pada 16 Oktober 2025, mengikuti jejak kesuksesan ETF Bitcoin dan Ethereum.
Analis ETF ternama Nate Geraci memperkirakan bahwa AS akan segera menyusul, dengan beberapa manajer aset besar seperti Franklin Templeton, Fidelity, CoinShares, Bitwise, Grayscale, VanEck, dan Canary Capital yang semuanya telah memperbarui pengajuan dokumen S-1 untuk produk ETF Solana mereka.
Geraci bahkan memprediksi bahwa persetujuan final bisa terjadi sebelum akhir Oktober, menjadikan bulan ini sebagai “momen penting” bagi aset digital.
Baca Juga
Lewat E-Trade, Morgan Stanley Akan Tawarkan Perdagangan Bitcoin, Ethereum, dan Solana Awal 2026
Another flurry of S-1 amendments filed today on spot sol ETFs…
— Nate Geraci (@NateGeraci) September 26, 2025
Franklin, Fidelity, CoinShares, Bitwise, Grayscale, VanEck, & Canary.
Includes staking (yes, bodes well for spot eth ETF staking).
Guessing these are approved w/in next two weeks. pic.twitter.com/g13NDFKSEU
Analisis Teknikal
Secara teknikal, grafik harian SOL/USDT menunjukkan formasi bullish reversal setelah menyelesaikan fase korektif Elliott Wave (A–B–C). Saat ini, harga SOL stabil di sekitar US$ 180, yang bertepatan dengan zona Fibonacci retracement 50% dan tepat di atas EMA 200 hari, dua level kunci yang menandakan kekuatan support.
- Level kunci: US$ 166–US$ 180 (support), US$ 216 (konfirmasi breakout)
- Target jangka pendek: US$ 263
- Target potensial: US$ 295–US$ 300
Jika SOL berhasil menembus level US$ 216 dengan volume kuat, potensi reli menuju Gelombang 3 Elliott bisa membawa harga ke zona US$ 260– US$ 300, bahkan mungkin menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Namun, jika gagal mempertahankan support US$ 166, koreksi sementara ke US$ 148 masih mungkin terjadi sebelum kelanjutan tren naik.
Dengan persetujuan SEC terhadap ETF Solana, dukungan institusional besar, dan sentimen pasar yang membara, SOL kini berdiri di persimpangan menuju fase pertumbuhan eksponensial. Jika momentum ini terus berlanjut, Solana bukan hanya kandidat kuat untuk menembus US$ 300, tapi juga bisa menantang posisi Ethereum sebagai raja layer-1 berikutnya.

