Powell Tekan Ekspektasi Pasar, Harga Bitcoin Turun ke US$ 114.000-an di Awal Pekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemotongan suku bunga yang sangat dinanti-nantikan akhirnya terjadi minggu lalu, tetapi harga Bitcoin gagal reli. Hal ini sangat kontras dengan Nasdaq, yang punya korelasi kuat dengan harga Bitcoin dan justru melonjak 1,7% di periode yang sama.
Harga Bitcoin (BTC) turun ke level US$ 114.329,22 pada perdagangan Senin (22/9/2025) pagi waktu Asia dengan terkoreksi 0,76% dalam sepekan terakhir. Data CoinMarketCap menunjukkan kapitalisasi pasar Bitcoin ikut tergerus 1,09% menjadi US$ 2,27 triliun. Meski demikian, aktivitas perdagangan harian meningkat. Volume transaksi 24 jam terakhir tercatat mencapai US$ 26,66 miliar, naik 17,33% dibanding hari sebelumnya.
Bitcoin saat ini beredar sebanyak 19,92 juta BTC dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimum, volatilitas harga kian mencerminkan sentimen pasar global terhadap aset kripto terbesar tersebut.
Sepanjang sepekan terakhir, harga Bitcoin sempat menyentuh puncak di kisaran US$ 118.000 sebelum terkoreksi menuju level US$ 114.000 hari ini. Pekan lalu, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dari Federal Reserve menjadi salah satu peristiwa paling signifikan bulan ini. The Fed menurunkan suku bunga federal AS sebesar 25 basis poin menjadi 4,0%–4,25%. Mayoritas pembuat kebijakan mendukung langkah ini.
Baca Juga
Bitcoin Cetak Rekor 135 Hari di Atas US$ 100.000, Investor Kian Percaya
Berbicara pada konferensi pers pasca-pengumuman, Ketua The Fed, Jerome Powell, membingkai pemotongan itu sebagai langkah proaktif untuk mengatasi data pekerjaan yang lemah.
Powell secara tegas menangkis gagasan The Fed akan memasuki siklus pemotongan suku bunga baru. Ia menyatakan ini hanyalah “pemotongan manajemen risiko”. Ia menambahkan bahwa The Fed akan memutuskan pergerakan suku bunga di masa depan dari pertemuan ke pertemuan, tergantung pada data yang masuk.
Melansir BeInCrypto, Senin (22/9/2025) sejak awal Agustus, investor aset berisiko telah memperkirakan serangkaian pemotongan suku bunga berkelanjutan. Data harga real time dari crypto exchange Binance menunjukkan bahwa harga Bitcoin jatuh di bawah level US$ 115.000 saat Powell membuat pernyataannya.
Adapun “risiko” yang Powell maksud ialah potensi pasar tenaga kerja yang berkontraksi alias menyusut. Data non-farm payrolls AS Juli datang jauh di bawah ekspektasi pasar. Terlebih lagi, laporan Agustus baru-baru ini menunjukkan rekor terendah bersejarah hanya 22.000 pekerjaan baru. Meskipun tingkat pengangguran masih di 4,3% yang terkesan stabil, sifat data ketenagakerjaan—yang dapat memburuk dengan cepat setelah mulai melunak—mengharuskan pemotongan preemptif.
Proyeksi ekonomi The Fed tetap optimistis, memprediksi pertumbuhan di atas potensi hingga tahun depan. Ini mengindikasikan bahwa pemotongan suku bunga murni sebagai tindakan pencegahan yang didorong oleh kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja.
Penolakan Powell terhadap siklus pemotongan suku bunga dengan cepat meredam euforia investor kripto yang sebelumnya berharap tinggi. Inilah mengapa harga Bitcoin kembali ke titik awalnya tiga hari setelah pemotongan suku bunga.
Menurut FedWatch Tool dari CME Group, pasar masih memperkirakan dua pemotongan suku bunga lagi mulai Oktober. Namun, ekspektasi untuk pemotongan suku bunga di tahun 2026 telah menurun dari tiga menjadi dua.
Seumpama data pekerjaan membaik pada Oktober atau Desember, argumen yang kuat dapat muncul di dalam The Fed untuk menghentikan pemotongan lebih lanjut. Hal ini terutama berlaku karena inflasi masih jauh di atas target 2%. Dalam kasus itu, ekspektasi untuk pemotongan suku bunga 2026 kemungkinan akan semakin menipis.
Baca Juga
Tren Altcoin Terlihat Berbeda
Harga Bitcoin telah bertahan dengan relatif baik. Berbeda dengan itu, Ethereum (ETH) anjlok 4,25% dalam seminggu meskipun terus mendapat arus masuk dari ETF spot AS dan pembelian institusional.
Altcoin menunjukkan kinerja campuran berdasarkan berita individu. Solana (SOL), yang mengalami reli mingguan kuat hampir 20% dua minggu yang lalu, turun 2,25% minggu lalu.
Sementara itu, Binance Coin (BNB) melonjak 11,8% dalam sepekan. Hal ini terjadi di tengah rumor bahwa CEO Changpeng Zhao (CZ) berpotensi kembali ke Binance setelah ia menghapus kata “mantan” dari bio akun X-nya.
Aset kripto yang terdaftar di crypto exchange Korea Selatan, Upbit dan Bithumb, yang memiliki pasar ritel yang kokoh juga mengalami kenaikan signifikan minggu lalu. Euler (EUL), Plume (PLUME), dan Toshi (TOSHI) masing-masing menunjukkan lonjakan harga yang tajam namun bersifat sementara.
Pejabat The Fed Bakal Berbicara
Beberapa data ekonomi utama akan dirilis pekan ini, termasuk layanan dan manufaktur PMI kilat AS dari S&P pada hari Selasa, serta data inflasi PCE dan Pengeluaran Pribadi pada hari Jumat.
Namun, fokus sebenarnya akan tertuju pada pidato dari pejabat The Fed. Dot plot The Fed, yang dirilis setelah pertemuan FOMC September, mengungkapkan adanya perbedaan pendapat yang luas tentang jalur suku bunga di masa depan. Pernyataan kuat dapat muncul dalam pidato publik, yang berpotensi menggerakkan pasar.
Gubernur The Fed Stephen Miran, satu-satunya anggota yang menganjurkan pemotongan 50 basis poin di FOMC September, menurut jadwal bakal berbicara pada hari Senin. Ia juga diyakini telah menganggarkan pemotongan 175 basis poin pada akhir tahun ini.
Pada hari yang sama, pidato dari Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack dan Presiden The Fed Richmond, Tom Barkin, juga akan disampaikan. Hammack diyakini telah memilih untuk tidak ada pemotongan suku bunga tahun ini, yang membuat pasar menjadi tegang.
Pidato penting lainnya akan berlangsung pada hari Selasa (Wakil Ketua Pengawasan The Fed, Michelle Bowman, dan Ketua The Fed, Jerome Powell) dan Kamis (Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee). Komentar mereka berpeluang memicu volatilitas pada harga Bitcoin, yang saat ini berada dalam sentimen yang lemah.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

