Bitcoin Cetak Rekor 135 Hari di Atas US$ 100.000, Investor Kian Percaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) telah mencapai tonggak penting menutup di atas angka US$ 100.000 selama 135 hari berturut-turut. Performa berkelanjutan ini lebih dari sekadar angka. Hal ini menyoroti bagaimana sentimen pasar seputar mata uang kripto teratas ini telah bergeser, dengan investor institusional maupun ritel menunjukkan keyakinan kuat terhadap nilai jangka panjang Bitcoin.
Melewati dan bertahan di atas US$ 100.000 dulunya dianggap sebagai tujuan yang jauh. Melansir Coinmarketcapnews, Sabtu (20/9/2025) kini, Bitcoin menjadikannya hal yang normal.
Beberapa faktor mendukung kemampuan Bitcoin untuk tetap berada di atas batasan psikologis ini:
- Investasi Institusional: Semakin banyak institusi yang memasuki pasar melalui ETF dan kepemilikan langsung. Hal ini membawa stabilitas dan likuiditas yang mendalam.
- Volatilitas yang Berkurang: Meskipun Bitcoin dikenal dengan volatilitasnya, beberapa bulan terakhir menunjukkan rentang perdagangan yang lebih ketat, yang menunjukkan semakin matangnya pasar.
- Faktor Ekonomi Global: Dengan inflasi yang masih menjadi perhatian di pasar tradisional, Bitcoin terus menarik investor yang mencari alternatif penyimpanan nilai. Penahanan harga jangka panjang ini juga menunjukkan bahwa Bitcoin semakin diakui bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai komponen yang sah dari portofolio yang terdiversifikasi.
- Sinyal Bullish untuk Pemegang Jangka Panjang
Para HODLer, atau pemegang Bitcoin jangka panjang, menuai hasil dari kesabaran mereka. Data on chain menunjukkan semakin sedikit dompet yang mengirimkan Bitcoin ke bursa—sebuah tanda kuat keyakinan bahwa harga bisa naik lebih tinggi lagi.
Baca Juga
🚨 UPDATE: $BTC has closed above $100K for 135 days straight.
— Cointelegraph (@Cointelegraph) September 20, 2025
How many more will we see? pic.twitter.com/YqzPKwRur4
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga, Bitcoin Belum Bergerak Signifikan
Tingkat harga yang berkelanjutan ini bisa menjadi awal dari siklus pasar baru, dengan level US$ 100.000 Bitcoin sekarang bertindak sebagai support yang solid, alih-alih hanya resistance.
Sementara Sabtu sore ini, harga Bitcoin (BTC) kembali terkoreksi dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Sabtu (20/9/2025), BTC diperdagangkan di level US$ 115.819,88, turun 0,09% dalam tujuh hari terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar US$ 2,3 triliun, melemah 0,93% dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, volume perdagangan harian mencapai US$ 33,21 miliar, ambles 20,15%.
Pergerakan harga Bitcoin dalam tujuh hari terakhir menunjukkan volatilitas cukup tinggi. BTC sempat menyentuh kisaran US$ 118.000 pada 18 September, namun kembali melemah ke area US$ 115.000 menjelang akhir pekan.
Dengan suplai beredar mencapai 19,92 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan dominasi terbesar di pasar. Namun, koreksi harga dalam sepekan terakhir menimbulkan pertanyaan investor mengenai arah pergerakan selanjutnya di tengah kondisi pasar global yang fluktuatif.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

