Pertumbuhan Laba Semester II Diprediksi lebih Pesat, Saham PGAS Layak Dilirik?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tingkat pertumbuhan laba bersih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diprediksi lebih kuat pada semester II, dibandingkan semester I-2025. Momentum pertumbuhan diproyeksikan datang dari peningkatan pendapatan bersamaan dengan perbaikan margin keuntungan.
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, laba bersih PGAS pada semester II-2025 bisa mencapai US$ 186 juta atau lebih tinggi 29% dari pencapaian semester I. Kinerja tersebut ditopang proyeksi kenaikan pendapatan menjadi US$ 2 miliar serta perbaikan margin operasi (OPM) ke 12,8% dari sebelumnya 12,4%.
Baca Juga
BEI Unsuspensi 4 Saham Ini, PGJO dan DEFI Masuk Pemantauan Khusus
Momentum pertumbuhan, terang dia, juga diprediksi berasal dari perbaikan margin distribusi gas seiring porsi harga non-HGBT lebih tinggi, serta penyesuaian harga yang membantu meredam beban pasokan LNG yang naik hingga 10%, dibandingkan tahun lalu. “Selain itu, distribusi gas diperkirakan lebih tinggi karena lebih sedikit hari libur di semester II dibanding semester I,” tulis riset tersebut.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PGAS dengan target harga Rp 2.180 per saham. Target tersebut merefleksikan perkiraan valuasi 2025 dengan P/E 9,7 kali dan EV/EBITDA 3,2 kali. Saham PGAS juga dipandang menarik bagi investor pencari dividen (yield-focused) dengan estimasi dividend yield sekitar 10%.
Terkait semester I-2025, PGAS mencatat pendapatan distribusi gas sebesar US$ 1,3 miliar atau kenaikan 13%. Peningkatan ini terdorong penguatan harga jual rata-rata (ASP) yang naik 14% ke level US$ 8,9 per MMBTU, meski volume distribusi turun tipis menjadi 832 BBTUD.
Baca Juga
Perusahaan Gas Negara (PGAS) Serap Capex US$ 94 Juta, Penggunaan Digunakan untuk Ini
Sebaliknya, segmen hulu mengalami tekanan yang ditunjukkan penurunan pendapatan menjadi US$ 141 juta atau melemah 28% YoY akibat penurunan lifting minyak dan gas ke 16.774 BOEPD. Kondisi ini diperburuk harga jual minyak yang melemah ke US$ 46 per MMBOE serta adanya penundaan produksi di Blok Pangkah.
Penurunan tersebut menjadikan laba bersih PGAS turun sebanyak 23% menjadi US$ 144 juta pada semester I-2025. Meski turun, perolehan tersebut dipandang sudah melampaui ekspektasi atau setara dengan 44% dari target tahun 2025. Laba tersebut juga didukung atas peningkatan margin distribusi gas menjadi 21% dari sebelumnya 17%.

