BEI Unsuspensi 4 Saham Ini, PGJO dan DEFI Masuk Pemantauan Khusus
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan empat saham mulai sesi I, Rabu (17/9/2025). Dua dari empat saham tersebut akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Empat saham tersebut terdiri atas PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO), PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI).
Baca Juga
IHSG Uji Level 8.000, Tiga Saham Dipimpin SGER Direkomendasikan Beli
Sebagaimana diketahi saham PGJO telah mengalami suspensi lebih dari tiga bulan terhitung sejak 29 Mei 2025. Suspensi dipicu atas lompatan harga saham tersebut lebih dari 294% menjadi Rp 915 dalam sebulan terakhir sebelum disuspensi pada 29 Mei 2025. Sedangkan kenaikan year to date (ytd) telah lebih dari 894%.
Hal serupa juga melanda saham STRK yang telah terkena suspense terhitung sejak 5 September 2025. Suspensi lebih dari satu hari perdagangan ini dipengaruhi atas lompatan harga saham tersebut lebih dari 56% menjadi Rp 210 dalam sebulan terakhir sebelum disuspensi. Sedangkan kenaikan ytd telah mencapai 320%.
Baca Juga
Wall Street Melemah Dipicu ‘Profit taking’, Investor Tunggu Keputusan The Fed
Sedangkan transaksi saham TRUK dan DEFI dihentikan kemarin dengan alasan yang berbeda. Suspensi saham TRUK dipicu atas lompatan harga lebih dari 110% menjadi Rp 352 dalam sebulan terakhir.
Sebaliknya transaksi saham DEFI dihentikan sementara akibat penurunan harga yang signfikan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data BEI, penurunan harga saham ini telah lebih dari 68% menjadi Rp 316 dalam sebulan terakhir.

