Memasuki Semester II, Saham SMGR dan INTP Layak Dilirik, Begini Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas tetap memeprtahankan rekomendasi beli saham dua emiten produsen semen papan atas ini. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan lompatan volume penjualan paruh kedua tahun ini.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dengan target harga Rp 8400 dan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.700.
Baca Juga
Volume Produksi dan Harga Jual Naik, Potensi Cuan Saham Semen Indonesia (SMGR) bisa 73%
“Kami mempertahankan prospek netral untuk saham emiten semen dengan pilihan teratas saham INTP. Saham ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 8.400. Kami juga merekomendasikan beli saham SMGR dengan target harga Rp 6.700,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Richard Jerry dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Rekomendasi beli saham INTP dan SMGR tersebut mempertimbangkan ekspektasi peningkatan volume penjualan pada paruh kedua tahun ini. Kenaikan didukung jumlah hari kerja yang lebih banyak dan kondisi cuaca yang baik.
Selain itu, Christian dan Richard mengatakan, secara historis penjualan semen semester II berkontribusi sebanyak 54% terhadap total volume penjualan setiap tahun. Semester II juga berkontribusi sebanyak 66-72% terhadap laba bersih tahunan.
Baca Juga
BRI Danareksa Skeuritas memperkirakan peningkatan volume penjualan semen diprediksi mulai terjadi Agustus. Pertumbuhan volume bersamaan dengan kenaikan harga jual semen diharapkan berdampa positif terhadap kinerja keaungan dua emiten tersebut.
“Kami memperkirakan peningkatan volume penjualan semen SMGR dan INTP pada semester II tahun ini sekitar 31% dan 36%, dibandingkan semester I tahun ini. Sedangkan harga jual diperkirakan menguat 1%, dibandingkan semester I,” terangnya.
Dengan demikian volume penjualan semen SMGR diharapkan meningkat 1% tahun ini dan diharapkan berdampak terhadap kenaikan laba bersih hingga 2%. Sedangkan volume penjualan INTP diharapkan stagnan tahun ini dengan peluang penurunan laba bersih.
Grafik Saham SMGR dan INTP

