Meski Harga Batu Bara Fluktuatif, PTBA Pertahankan Target Volume Produksi Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, optimistis target produksi dan penjualan batu bara 2025 tetap terjaga, meskipun pasar global masih diliputi fluktuasi harga dan ketidakpastian makroekonomi. Perseroan sebelumnya patok target volume produksi sebanyak 50 juta ton batu bara.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, menegaskan target bisnis tahun ini masih berpedoman pada target awal yang disusun sejak awal tahun. “Target penjualan maupun target produksi tetap. Kami akan melihat dampak kondisi makro, terutama harga jual di pasar. Hingga ini, kami masih berpatokan pada budget awal tahun. Tidak ada perubahan, kecuali bila terjadi pergeseran harga yang sangat signifikan,” ujar Una dalam Pubex Live 2025 secara daring, Kamis (11/9/2025).
Baca Juga
Hilirisasi Batu Bara Jadi Pupuk? Bukit Asam (PTBA) Punya Jawabannya
Pada semester I-2025, volume produksi batu bara PTBA mencapai 21,73 juta ton, tumbuh 16% dibandingkan semester I-2024 sebesar 18,76 juta ton. Penjualan tembus 21,62 juta ton, naik 8% dari 20,05 juta ton. Dari total tersebut, 54% diserap pasar domestik dan 46% diekspor. PTBA juga memperluas pasar ekspor ke Bangladesh, India, Vietnam, Filipina, dan Thailand, di tengah penurunan permintaan dari China.
Selain menjaga kinerja utama, PTBA mempercepat diversifikasi ke sektor energi baru terbarukan (EBT). Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menyebut perusahaan gencar melakukan kolaborasi dengan mitra berteknologi tepat guna untuk mempercepat implementasi proyek.
“Kami melakukan percepatan pembangunan inisiatif renewable energy dengan menggandeng partner yang tepat, pembiayaan yang murah, dan inisiatif mandiri di lokasi kami sendiri,” jelas Turino.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Lipatgandakan Produksi Batu Bara Menjadi 100 Juta Ton, Ada Apa?
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui beroperasinya PLTS Timah Industri berkapasitas 303,1 kWp pada Juni lalu. Proyek hasil sinergi PTBA dengan PT Krakatau Chandra Energy dan PT Timah Industri ini menambah kapasitas terpasang PLTS perseroan menjadi 1 megawatt-peak (MWp).
Tak hanya fokus pada energi bersih, PTBA juga memperkuat hilirisasi batu bara. Pada Agustus lalu, perusahaan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan fasilitas produksi kalium humat, produk turunan batu bara berkalori rendah yang berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus pupuk hayati. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

