IHSG Ditutup Naik 0,64%, 7 Saham Cetak ARA Dipimpin KRYA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9/2025), ditutup naik 48,89 poin (0,64%) menjadi 7.747. Level penutupan tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sesi I sebanyak 0,86%. Rentang pergerakan 7.699-7.819 dengan nilai transaksi Rp 16 triliun.
Kenaikan indeks hari ini didukung penguatan sejumlah sektor saham, yaitu saham sektor keuangan 1,93%, sektor kesehatan 1,37%, sektor properti 0,76%, sektor industri 0,67%, sektor transportasi 1,15%. Penguatan tersebut ditopang kenaikan pesat saham bank-bank besar, seperti BBNI, BBTN, BBRI, BMRI, BRIS, dan BBCA.
Baca Juga
Bangun Kosambi (CBDK) Tetap Optimistis Marketing Sales Rp 2 Triliun di 2025, Ini Alasannya!
Di tengah kenaikan indeks tersebut, sejumlah saham berikut bukukan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) sebanyak 34,65% menjadi Rp 171, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik 34,05% menjadi Rp 248, dan PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) naik 32,50% menjadi Rp 106.
ARA juga melanda saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) naik 25% menjadi Rp 620, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) naik 25% menjadi Rp 975, saham PT Pakuan Tbk (UANG) naik 24,63% menjadi Rp 334, PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) naik 24,63% menjadi Rp 334, dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS) melesat 24,67% menjadi Rp 374.
Sebaliknya penurunan melanda saham MTMH melemah 11,45% menjadi Rp 1.160, CBUT turun 11,11% menjadi Rp 1.640, KARW turun 10% menjadi Rp 585, COIN melemah 9,60% menjadi Rp 2.260, PACK turun 9,70% menjadi Rp 2.140, dan KONI melemah 8,95% menjadi Rp 1.730.
Baca Juga
Kemenkeu Masih Terus Kaji Skema Penyaluran Kas Rp 200 Triliun ke Perbankan
Kemarin, IHSG ditutup menguat 70,41 poin (0,92%) menjadi 7.699,01 dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing senilai Rp 1,30 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BMRI Rp 251,71 miliar, ANTM Rp 134,16 miliar, dan BRMS Rp 118,60 miliar.
Kenaikan indeks kemarin didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti keuangan 1,33%, sektor konsumer primer 1,08%, sektor infrastruktur 1%, sektor properti 1%, sektor industri 0,70%, dan sektor konsumer non primer 0,26%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, material dasar, dan sektor transportasi.

