IHSG Ditutup Melemah 0,67%, Empat Saham Dipimpin KRYA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/6/2025), ditutup berbalik anjlok 48,06 poin (0,67%) menjadi 7.107. Rentang pergerakan 7.089-7.166 dengan nilai transaksi terpangkas menjadi Rp 10,65 triliun.
Peleman ini dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer primer 1,29%, sektor teknologi 1,21%, sektor keuangan 0,84%, sektor consumer non primer 0,60%, dan sektor infrastruktur 0,28%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor property dan industry.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Ungkap Puas Berinvestasi di GOTO Meski Harga Saham Turun, Ini Alasannya
Meski IHSG jeblok, empat saham ini cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA) PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik 34,25% menjadi Rp 98, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 34,07% menjadi Rp 244, dan PT Haloni Jane Tbk (HALO) menguat 33,85% menjadi Rp 87.
ARA juga melanda saham PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menguat 24,59% menjadi Rp 304. Meski tidak ARA, saham PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) cetak lonjakan harga 23,29% menjadi Rp 90.
Sebaliknya penurunan tajam melanda saham JAWA sebanyak 14,89% menjadi Rp 160, TMPO mencapai 14,87% menjadi Rp 166, MBSS turun 14,86% menjadi Rp 2.350, LFLO turun 9,93% menjadi Rp 272, dan SPRE melemah 9,59% menjadi Rp 132.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 38,26 poin (0,54%) menjadi 7.155,85 dengan investor asing berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar mencapai Rp 259,30 miliar. Net buy terbanyak melanda saham ANTM, BBCA, dan AMRT.
Penguatan itu ditopang kenaikan signifikan tersebut didukung penguatan sejumlah saham kapitalisasi pasar besar (big cap), yaitu saham AMMN naik 7,26% menjadi Rp 8.125, BBCA naik 1,68% menjadi Rp 9.075, TPIA naik 3,28% menjadi Rp 10.225, MLPT naik 10,60% menjadi Rp 36.000, dan BREN naik 1,19% menjadi Rp 6.400.

