Hartadinata (HRTA) Siapkan Enam Strategi Utama untuk Perkuat Bisnis Emas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyiapkan enam strategi utama untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi. Fokus utama diarahkan pada penguatan pasar domestik.
“Pada 2023 kontribusi ekspor mencapai lebih dari 33% terhadap pendapatan. Namun hingga semester I-2025 porsinya turun di bawah 5%. Karena kondisi global yang tidak menentu, Hartadinata kini fokus menjadi pemain utama di ekosistem bullion bank karena peluangnya besar,” ujar Director Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda, dalam Public Expose Live 2025 Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025).
Baca Juga
IHSG Bisa Cepat Pulih, Jika Menteri Keuangan Purbaya Lakukan Hal Ini
Hingga paruh pertama 2025, Hartadinata telah merealisasikan penjualan emas sebanyak 4,8 ton. Jumlah itu baru memenuhi kurang dari 20% kebutuhan tahunan dua pemain utama bullion bank nasional, yaitu Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). “Peluang di bullion bank Indonesia masih sangat besar bagi Hartadinata,” tegas Thendra.
Selain memperkuat pasar domestik, strategi kedua adalah meningkatkan brand image melalui desain otentik dan inovasi berkelanjutan, termasuk peluncuran produk emas mikro dengan gramasi 0,1 gram dan 0,2 gram.
Strategi ketiga dan keempat diarahkan untuk memperbaiki margin. Saat ini, HRTA tengah menyelesaikan proses sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) untuk produk emas batangan, yang ditargetkan rampung akhir 2025 atau awal 2026. “LBMA akan menjadi penopang penting dalam perbaikan margin Hartadinata secara menyeluruh,” ucap Thendra.
Baca Juga
Analis: Pergantian Sri Mulyani Pemicu Utama Kejatuhan IHSG 1,28% Hari Ini
Strategi kelima adalah memperkuat sisi pasokan. Menurutnya, tantangan utama industri emas Indonesia bukan pada permintaan, melainkan ketersediaan pasokan. Karena itu, Hartadinata menjalin kerja sama dengan tambang yang reputable dan memastikan pasokan tidak berasal dari penambang ilegal.
Strategi keenam adalah penyelesaian pabrik integrated factory yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2025. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperbesar kapasitas produksi emas batangan maupun perhiasan.

