IHSG Bisa Cepat Pulih, Jika Menteri Keuangan Purbaya Lakukan Hal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik menteri keuangan yang baru, yakni Purbaya Yudhi Sadewa yang menggantikan Sri Mulyani. Sejumlah analis pun memperkirakan, perubahan ini akan memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Head of Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana berpandangan, tekanan IHSG hari ini didorong oleh ketidakpastian kebijakan ekonomi & reputasi kredibilitas fiskal. Pasalnya, aksi demonstrasi dan tuntutan perubahan kebijakan pajak serta fiskal yang sebelumnya mendapat respons negatif oleh pasar.
Baca Juga
Bahkan, Audi menilai, reshuffle kabinet, termasuk Sri Mulyani yang digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan potensi resiko yang lebih nyata. Indikasi ini pun dapat terbantah, sampai kebijakan baru yang jelas dan kredibel dibuktikan oleh pemerintah.
“Meski demikian, jika pemerintah cepat memberikan roadmap kebijakan baru yang menjaga disiplin fiskal, maka tekanan IHSG saat ini cenderung sesaat dan dapat pulih lebih cepat,” tegas Audi, melalui pesan singkat, Selasa (8/9/2025).
Menurut dia, saat ini pelaku pasar menantikan pernyataan resmi dari Purbaya, khususnya terkait kebijakan fiskal dan rencana anggaran mendatang. Hal ini dapat menegaskan kontinuitas dan resiko mereda.
Dengan begitu, Kiwoom Sekuritas Indonesia berpandangan bahwa emiten dengan fundamental solid menjadi pilihan, bila reshuffle hanya menyebabkan koreksi teknis.
Baca Juga
IHSG Berbalik Anjlok 1,28% Usai Menkeu Sri Mulyani Terkena Reshuffle Kabinet
“Selain itu dengan tematik dari komoditas aset safe havens yang mencatatkan new ATH maka saham pilihan saat ini adalah trading buy saham ANTM dengan target harga Rp 4.000 dan trading buy BRMS dengan target harga Rp 580,” sambung Audi.
Secara teknikal, Kiwoom Sekuritas Indonesia pun memperkirakan IHSG akan bergerak melemah dalam rentang level support 7.670 dan resistance 7.890. Pasalnya indikator MACD menunjukkan pelemahan tren, sejalan dengan RSI yang alami penurunan.

