"Badai" Kripto Belum Usai, Analis: Pasar Kripto Bisa Pulih Akhir 2025 Jika Tensi AS–China Menurun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Amerika Serikat (AS) dan China kembali terlibat dalam perang dagang dan tampaknya Bitcoin telah menanggung dampak terberatnya, bahkan lebih parah daripada saham. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan penerapan batas bawah harga untuk perusahaan logam tanah jarang Amerika pada hari Rabu (15/10/2025) sebagai bagian dari strategi untuk melawan kebijakan proteksionis China. Saham sebagian besar naik, tetapi Bitcoin jatuh setelah berita tersebut.
Raksasa manufaktur Asia Timur ini diam-diam memperluas kontrol ekspor logam tanah jarang minggu lalu, yang memicu ancaman "kenaikan tarif besar-besaran" dari Presiden AS Donald Trump. Teguran publik presiden terhadap Tiongkok memicu likuidasi terbesar dalam sejarah kripto, lebih dari US$ 19 miliar hilang, menurut data Coinglass. Pasar kripto memasuki mode krisis, kehilangan lebih dari US$ 410 miliar nilai pasar dalam hitungan hari.
Kemudian pada hari Selasa (14/10/2025), China menjatuhkan sanksi kepada lima anak perusahaan Hanwha Ocean Korea Selatan di AS, sebuah perusahaan pembuat kapal yang diduga memiliki hubungan dengan pemerintah AS. Sanksi ini mendorong AS untuk mengenakan tarif hingga 150% terhadap produk maritim Tiongkok.
Berdasarkan data CoinMarketCap, Kamis (16/10/2025) pagi, lima aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak mencatatkan pelemahan dalam tujuh hari terakhir, dipimpin oleh Bitcoin (BTC) yang turun hampir 10%. Harga Bitcoin berada di level US$ 110.808 atau melemah 1,96% dalam 24 jam terakhir dan 9,98% dalam sepekan, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 2,2 triliun.
Sementara itu, Ethereum (ETH) juga terkoreksi 3,40% dalam 24 jam dan 11,70% dalam sepekan, diperdagangkan di kisaran US$ 3.988. Kapitalisasi pasar ETH kini tercatat sebesar US$ 481 miliar.
Aset kripto stabil Tether (USDT) masih mempertahankan harga di level US$ 1,00 dengan perubahan tipis 0,06% dalam sepekan, menegaskan posisinya sebagai stablecoin utama dengan kapitalisasi US$ 181,5 miliar.
Di sisi lain, BNB milik Binance juga melemah 4,02% dalam 24 jam dan 10,91% secara mingguan, menjadi US$ 1.163, sedangkan XRP turun 3,85% dalam 24 jam dan 16,14% dalam sepekan, diperdagangkan di level US$ 2,41 dengan kapitalisasi pasar US$ 144,41 miliar.
Baca Juga
Ini Dia 3 Alasan Mengapa Reli Bitcoin ke US$ 125.000 Bisa Tertunda
Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, "badai” di pasar kripto pada dasarnya akan mereda ketika pemicu utamanya teratasi atau sudah diantisipasi oleh pasar. Sepanjang sejarah, tiap fase bear market kripto punya trigger berbeda dan durasi yang sulit diprediksi tepat waktunya, tetapi akhirnya selalu berujung pada pemulihan seiring siklus sentimen berganti.
Contohnya, pada 2018-2019 harga kripto tertekan oleh sentimen negatif seperti larangan Bitcoin di China, di 2022 kripto mengalami kejatuhan (crypto winter) akibat kenaikan suku bunga The Fed agresif yang mengurangi likuiditas, dan sekarang di 2025, isu perang dagang AS-China menjadi “badai” terbaru yang menakutkan investor kripto.
"Berapa lama lagi badai kali ini berlangsung?. Sulit memastikan secara pasti, tetapi selama negosiasi dagang AS-China belum menemui kejelasan, kemungkinan pasar kripto masih akan bergerak choppy dengan volatilitas tinggi. Jika kedua negara terus saling ancam seperti penerapan tarif tambahan biaya pelabuhan per 14 Oktober, maka sentimen risk off akan bertahan dan menyulitkan kripto menemukan momentum naik," kata Fyqieh dikutip Kamis (16/10/2025).
"Sebaliknya, bila dalam beberapa minggu atau bulan ke depan terjadi terobosan positif misalnya perundingan dagang menghasilkan kesepakatan atau penundaan tarif ekstrem, itulah pertanda badai mulai mereda. Pasar kripto bisa stabil kembali setelah faktor ketidakpastian merosot," tambahnya.
Adapun proyeksi kapan kripto rebound kuat, skenario optimistisnya bisa terjadi pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026. Beberapa analis memperkirakan rebound signifikan akan muncul ketika fundamental makro mulai bersahabat. Misalnya, tarif dagang AS-China dibatalkan atau sangat rendah (menunjukkan tensi mereda) serta kebijakan moneter jadi lebih longgar.
Baca Juga
Potensi Altcoin
Dalam kondisi pasar kripto yang masih bergejolak, menurut Fyqieh, strategi bertahan jauh lebih bijak dibanding agresif mencari keuntungan cepat. Fokus utama saat ini adalah menjaga modal dengan menempatkan dana pada aset yang relatif stabil dan defensif. Banyak investor memilih menunggu momentum dengan tetap berada di pasar melalui instrumen yang memiliki risiko lebih rendah.
"Salah satu pilihan menarik adalah emas digital seperti PAX Gold (PAXG). Token ini didukung 1:1 oleh emas fisik, sehingga pergerakannya mengikuti harga emas dunia. Ketika pasar kripto jatuh belasan persen, PAXG hanya turun sekitar 0,23%, menunjukkan ketahanannya sebagai aset safe haven. Kenaikan harga emas global yang menembus rekor juga turut mendorong nilai PAXG ke level tertinggi baru, menjadikannya pilihan lindung nilai yang solid," ujarnya..
Selain itu, stablecoin seperti USDT dan USDC menjadi alternatif populer untuk menjaga likuiditas di tengah volatilitas. Nilainya yang stabil di sekitar US$ 1 memungkinkan investor “menepi sejenak” dari fluktuasi harga tanpa perlu keluar dari ekosistem kripto. Namun, penting memastikan stablecoin yang digunakan memiliki reputasi dan cadangan aset yang jelas agar terhindar dari risiko depegging seperti kasus stablecoin algoritmik di masa lalu.
"Bagi investor yang tetap ingin berinvestasi di altcoin, pilihan paling aman adalah aset berkapitalisasi besar seperti Ethereum (ETH), BNB, atau Solana (SOL). Ketiganya memiliki fundamental kuat dan ekosistem mapan, sehingga lebih tangguh saat pasar turun dan berpotensi pulih lebih cepat dibanding altcoin kecil yang sangat fluktuatif. Dengan demikian, fokus pada aset defensif dan top market cap menjadi strategi yang paling rasional untuk menghadapi ketidakpastian pasar saat ini," jelas Fyqieh.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

