IHSG Agustus Cetak Rekor Baru, Asing Borong Rp 10,95 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil melesat sebanyak 4,62% dari 7.484 menjadi 7.830 dan kapitalisasi pasar (market cap) bertambah sebanyak Rp 690 triliun menjadi Rp 14.182 triliun sepanjang Agustus. Bahkan, IHSG berhasil mencatatkan level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak dua kali bulan ini, yaitu level 8.016 pada 16 Agustus dan level 8.022 pada 28 Agustus 2025.
Penguatan indeks ditopang kenaikan pesat saham-saham big cap, seperti DCII, DSSA, hingga BREN. Kenaikan juga ditopang penguatan saham-saham emiten dua dan tiga yang berhasil mencatatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) selama berhari-hari hingga terkenan penghentian sementara perdagangan saham, seperti UANG, JARR, HUMI, dan PIPA.
Baca Juga
Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih saham di seluruh pasar mencapai Rp 10,95 triliun sepanjang Agustus 2025. Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 3,43 triliun, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 3,34 triliun, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 1,82 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 1,48 triliun, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 1,06 triliun.
Sebaliknya saham dengan penjualan bersih (net sell) saham terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,64 triliun, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 1,13 triliun, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 499,86 miliar, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 486,53 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 419,47 miliar.
Baca Juga
Namun kondisi berbeda pada perdagangan saham BEI akhir pekan ini, IHSG mendadak ditutup melemah sebanyak 121,6 poin (1,53%) menjadi 7.830, seiring aksi demo besar-besaran setelah ada insiden tewasnya pengemudi ojek daring. Rentang pergerakan 7.765-7.952 dengan nilai transaksi Rp 20,46 triliun. Pelemahan dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor konsumer primer 3,06%, sektor teknologi turun 2,25%, sektor infrastruktur 2,27%, sektor properti 2,16%, sektor keuangan 1,45%, sektor material dasar 1,58%, dan sektor energi 1,42%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri 0,74%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan sampai auto reject atas (ARA), seperti saham PIPA naik 34,21% menjadi Rp 153, BMAS naik 25% menjadi Rp 825, VOKS naik 24,60% menjadi Rp 314, PGUN naik 24,70% menjadi Rp 3.080, dan KONI naik 24,62% menjadi Rp 2.430.Meski tidak ARA, saham berikut ikut melesat tinggi, seperti saham KETR naik 23,53% menjadi Rp 630, DUTI naik 22,22% menjadi Rp 4.180, GSMF menguat 16,04% menjadi Rp 123.

