IHSG & Market Cap BEI Raih Rekor, Asing Borong Rp7,3 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil catatkan penguatan sebanyak 1,55% dari 8.936 ke rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) 9.075. Kapitalisasi pasar (market cap) juga sentuh ATH senilai Rp 16.512 triliun.
Berdasarkan data BEI, IHSG bergerak menguat selama empat hari transaksi di pekan ini. Begitu juga dengan rata-rata nilai transaksi harian naik 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar juga naik 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun.
Baca Juga
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 2,68% menjadi 60,13 miliar lembar saham dari 61,79 miliar saham dan rata-rata frekuensi transaksi harian turun 3,24% menjadi 3,86 juta kali dari 3,99 juta kali.
Selain menunjukkan kinerja positif, BEI sepanjang pekan ini melakukan pencatatan obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025. Obligasi tersebut memiliki jumlah pokok Rp 1,5 triliun dan memperoleh peringkat idAA- (double A minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
Dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 7 emisi dari 6 emiten dengan nilai Rp 218,90 triliun. Secara kumulatif, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding Rp 542,85 triliun dan US$ 134,01 juta yang diterbitkan oleh 137 emiten.
Net Buy Melesat
Sementara itu, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 7,30 triliun sepanjang tahun 2026 berjalan atau dalam tiga pekan terakhir. Net buy jumbo tersebut berbanding terbalik dengan nilai tukar Rupiah yang mengalami penurunan.
Baca Juga
Data BEI menyebutkan bahwa net buy terbesar melanda saham ASII senilai Rp 1,13 triliun, ANTM mencapai Rp 1,09 triliun, INCO senilai Rp 992,22 miliar, BBRI sebanyak Rp 862,55 miliar, dan PTRO sebanyak Rp 696,52 miliar.
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak sepanjang ytd melanda lima saham berikut, seperti BUMI senilai Rp 1,67 triliun, BMRI mencapai Rp 1,20 triliun, CBDK sebanyak Rp 447,47 miliar, DEWA senilai Rp 441,62 milialr, dan SINI senilai Rp 281,65 miliar.

